Back

Media Terpercaya

Kompleks Kelurahan Di Pamekasan Melarang Masuk Tukang Tagih Utang

Pamekasan, sketsindonews – Sejumlah kawasan di kompleks Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melarang masuk para tukang tagih utang, utamanya tukang kreditan.

Imbauan tersebut tertulis dalam banner corono berukuran satu meter yang menyebar di beberapa titik gang, salah satunya di gang Jalan Dirgahayu. Tujuannya untuk mensterilkan penyebaran virus corona (Covid-19) dari orang-orang luar.

Bahasa imbauannya, “Kawasan Steril Corona, Tukang Tagih Kredit dan Tukang Tagih Hutang Dilarang Masuk, Kami Ingin Hidup Sehat Badan dan Pikiran”. Banner tersebut ditandatangani Lurah Bugih.

Hasibuddin warga Kelurahan Bugih mengatakan, banner corono dibuat hanya sebatas imbauan biasa yang dituju kepada orang luar, khususnya tukang tagih utang perusahaan.

“Bannernya banyak terpasang di gang-gang. Tapi kurang paham jumlah warga di sini yang punya tagihan kreditan,” kata Hasibuddin, Rabu (15/4/20).

Pria berkacamata tersebut menyampaikan, ada banner disebut tidak efektif, jika aparat kelurahan tidak turun tangan memantau keluar-masuk masyarakat dengan mendata dan mencatat identitasnya.

“Kalau aparat kelurahan punya data, kan enak menelusuri warga yang punya tagihan. Semoga banner corona ini benar-benar diperhatikan semua pihak,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Bugih Achmad Syaiful Azzam mengatakan, banner corona dibuat atas kesepakatan sejumlah tokoh masyarakat. Saat ini, masyarakat butuh ketenangan.

“Instruksi Presiden Joko Widodo, masyarakat yang punya tanggungan atau angsuran untuk sementara ditangguhkan, selama wabah ini belum berakhir,” kata Achmad.

Meski demikian, Achmad mengakui bahwa warga di wilayahnya dalam kondisi hidup sehat tanpa ditemukan gejala corona.

“Hasil rapatnya sepakat untuk melarang perbankan menagih utang kepada nasabah. Apalagi sampai didatangi debt collector,” ungkapnya.

Menurutnya, sikap debt collector cenderung membuat masyarakat resah. Terlebih menggunakan cara kekerasan. Apalagi mewabahnya virus corona saat ini, masyarakat dan institusi perusahaan untuk sementara tidak diperkenankan keluar rumah.

“Yang membuat resah dengan sikap debt collector asal main rampas, apalagi kita sudah diimbau untuk di rumah saja,” ujarnya.

(nru/skt)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.