Home / Berita / Kompolnas RI Menerima Kunjungan Kompolnas Jepang

Kompolnas RI Menerima Kunjungan Kompolnas Jepang

Jakarta, sketsindonews – Tepat jam 10 pagi pada hari Kamis, tanggal 9 Agustus 2018 Tim Delegasi Kompolnas Jepang berkunjung ke kantor Kompolnas RI di jalan Tirtayasa VII No. 20, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan. Tim delegasi yang datang sebanyak 7 orang dipimpin oleh Mr. Shinichi Kitajima selaku anggota National Public Safety Commission (NPSC) dan didampingi oleh pejabat Kepolisian Jepang dan pejabat Kedutaaan Besar Jepang di Jakarta.

Kedatangan rombongan dari Kompolnas Jepang diterima oleh Kompolnas RI dengan penuh keterbukaan dan kehangatan. “Membahas hal – hal strategis tentu harus dimulai dengan kedekatan dan keakraban untuk mencapai tujuan yang baik,” demikian diungkapkan oleh Dede Farhan Aulawi, salah seorang Komisioner Kompolnas RI.

Dijelaskan bahwa Kompolnas RI dan Kompolnas Jepang memiliki persamaan dan perbedaan, yang menurutnya hal tersebut didasari oleh suatu landasan pemikiran yang merujuk pada sejarah, nilai – nilai, dan kondisi sosiologis kemasyarakatan yang berbeda di masing – masing Negara.

“Kedua Lembaga Pengawas Polisi ini, sama – sama menangani keluhan masyarakat yang terkait dengan kinerja kepolisian-nya. Sedangkan perbedaannya, contoh saat memilih Kepala Kepolisian baik Kepala Kepolisian Nasional maupun Kepala Kepolisian daerah kalau di Jepang dipilih Kompolnas-nya, sementara di Indonesia Kompolnas hanya memberi saran dan pertimbangan kepada Presiden, selanjutnya diusulkan ke DPR,” demikian dijelaskan oleh Dede Farhan Aulawi.

Persamaan dan perbedaan – perbedaan tersebut tentu bukan hanya itu saja, tetapi ada beberapa hal yang lain juga, yang bisa dijadikan sebagai dasar pemikiran dan pertimbangan untuk mengembangkan Kompolnas RI agar bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang. Termasuk kemungkinan untuk meningkatkan kerjasama antara Kompolnas RI dan Kompolnas Jepang, termasuk Kepolisian RI dan Kepolisian Jepang.

“Setelah dua jam membahas hal – hal strategis antara kedua Negara, Tim Kompolnas Jepang dengan didampingi Kompolnas RI menemui Menkopolhukam selaku Ketua Kompolnas RI di kantor Kemenkopolhukam,” pungkas Dede Farhan Aulawi, mengakhiri perbincangan.

(Red)

Check Also

Anang Serukan Ubah Tata Kelola Suporter Sepakbola Indonesia

Jakarta, sketsindonews – Tewasnya suporter Jakmania Persija Haringga Sirila akibat pengeroyokan suporter Persib Bobotoh menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Belajar dari peristiwa tersebut harus ada upaya perubahan dalam pengelolaan suporter sepakbola di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengaku prihatin atas tewasnya suporter Jakmania saat laga Persib versus Persija, Minggu (23/9/2018), di Bandung kemarin.

Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan harus melakukan perubahan dalam mengelola suporter sepakbola. “Saya sangat prihatin dan berduka mendalam atas meninggalnya suporter sepakbola. Semoga ini kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang memilukan ini,” ujar Anang di Jakarta, Senin (24/8).

Anang meminta agar aparat penegak hukum dapat menegakkan hukum setegak-tegaknya kepada siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan yang menimpa warga Jakarta tersebut.

Penegakan hukum, kata Anang, cukup penting agar memberi efek jera bagi para pelaku. “Penegakan hukum cukup penting agar tidak terjadi peristwia serupa di kemudian hari,” imbuh Anang.

Lebih lanjut musisi asal Jember, Jawa Timur ini mengungangkapkan harus ada upaya konkret untuk melakukan perubahan dalam tata kelola suporter olahraga khususnya sepakbola di Indonesia.

“Pengelolaan suporter sepakbola harus melibatkan tiga pihak sekaligus yakni organisasi suporter, pemilik klub sepakbola dan pemerintah daerah (pemda). Koordinasi itu sifatnya bukan seremonial, tapi menyangkut pembinaan termasuk diarahkan pada hal-hal kreatif lainnya,” sebut Anang.

Anang menyebutkan jika pengelolaan suprter sepkabola berjalan profesional maka dampak turunannya akan memberi nilai positif baik bagi anggota suporter, organsiasi suporter, klub sepakbola termasuk pemerintah daerah.

“Bisa dibayangkan jumlah suporter yang banyak itu jika energinya dimanfaatkan untuk hal yang positif tentu ini akan memberi nilai tambah yang positif,” tegas Anang.

Dia menyebutkan kegiatan positif dapat diaarahkan pada kegiatan kreatif yang memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil seperti pelatihan ekonomi kreatif bagi anggota suporter yang rata-rata berusia muda dan produktif.

“Mari kita pikirkan untuk mengarahkan mereka pada aktivitas kreatif, mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan, termasuk mendorong lahirnya kreator-kreator baru yang dikolaborasikan dengan hobi olahraganya,” harap Anang.

(Eky)

Terkait

Watch Dragon ball super