Home / Profile / Komunitas / Ngobrol Santai Bersama Komunitas Taman Coding

Ngobrol Santai Bersama Komunitas Taman Coding

Jakarta, sketsindonews – Bertempat di aula Sekolah Alternatif Untuk Anak Jalanan (SAAJA), Yayasan Param (Yparam), Kawasan Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (05/7) diadakan, Ngopi dan Ngobrol Santai bersama Komunitas Taman Coding.

Acara yang bertajuk, “Bisnis Sofware Indonesia First Meetup” ini di gagas oleh Yayasan Ilmu Tanpa Batas (YITB), bekerjasama dengan Yayasan Param (Yparam) dan didukung oleh Sekolah Alternatif Untuk Anak Jalanan (SAAJA), Komunitas Jakarta Bahagia, Bilik Pintar (Bilpin), LM, serta media partner Sktesta Indonesia dan Parahyangan Post.

Menurut Corina Arlini, selaku pembina Yayasan Ilmu Tanpa Batas, mengatakan bahwa, yayasan yang kami kelola belum lama berdiri, namun kami memiliki komitmen sesuai dengan misi dan visinya, memperluas pendidikan dan pelatihan IT khususnya tenaga pemrograman komputer ke khalayak ramai untuk menemukan potensi-potensi tenaga IT berkualitas sekaligus penempatan/penyaluran kerja bagi mereka yang membutuhkan.

Disamping itu, lanjut Corina, visi kami jelas, untuk meningkatkan daya saing IT Indonesia dengan melahirkan tenaga kerja IT berkualitas khususnya dalam bidang programer.

Sebagai wujud komitmen tersebut Yayasan Ilmu Tanpa Batas yg menaungi Komunitas Taman Coding (KOTAC) bersama komunitas dibawah naungan Yayasan Param (Yparam) dan Sekolah Alternatif Untuk Anak Jalanan (SAAJA) beserta jejaringnya mengawali kegiatanya dengan diskusi ringan “First Meetup” bersama Komunitas Bisnis Software Indonesia.

“Komunitas Bisnis Software Indonesia sendiri didalamnya ada pebisnis2 dunia software yg sudah sangat berpengalaman dan sampai saat ini masih sangat membutuhkan resource untuk men-support bisnis mereka.
Untuk itu kedepannya kami akan terus mengadakan kegiatan baik melalui kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait dengan bidang IT baik secara online maupun ofline. Nantinya setiap peserta bisa bergabung dan mendaftar melalui website Yayasan Ilmu Tanpa Batas (YITB) dengan link/tautan : http://www.yitb.org dan www.ilmutanpabatas.org
Call Center 0813-3636-8899, ” Riki Kurniawan selaku Ketua Yayasan Ilmu Tanpa Batas menambahkan.

Sementara itu, Agus Supriyanto selaku tuan rumah dari Yayasan Param (Yparam) dan SAAJA, mengatakan bahwa Komunitas Coding (KOTAC), merupakan kumpulan berbagai pihak yang lebih banyak bergiat pada dunia IT. Baik mereka yang bergelut dalam bisnis teknologi informasi maupun personal yang memiliki ketertarikan dalam bidang tersebut.

Dengan demikian pada prinsipnya kami ingin mencetak sumber daya manusia yang memiliki sklil di bidang IT, dan selanjutnya menjembatani untuk mempertemukanya dengan para pelaku industri yang membutuhkannya.

“Kedepan anak-anak muda kita tidak sekedar menjadi konsumen, pemakai dan penikmat dari teknologi informasi tersebut, tetapi diharapkan mampu sebagai pencipta, produsen, berbagai aplikasi berbasis teknologi informasi yang mampu bersaing dikalangan dunia intrenasional,” jelas Agus Supriyanto.

(Eky)

Check Also

Masyarakat Jurnalis Sketsindonews, Membuka Member dan Follower Bagi Publik Bisa Menulis

Jakarta, sketsindonews – Masyarakat jurnalis menjadikan bagian penting peran warga untuk berpartisipasi dalam menghadapi isu pembangunan lokal maupun nasional dalam kiprahnya publik ikut menjadi insan pers.

Salah satunya menciptakan peran jurnalis masuk pada kisi masyarakat secara langsung dimana masyarakat bisa langsung menulis apa yang di pikirkan, apa yang menjadi substansi problematika dan hasil cipta karya dari sumber kemunculnya dari “bootem up” berbagai aspek.

Sketsindonews salah satu media online yang kini terus berkembang dalam dinamika masyarakat, dimana membuka ruang dan waktu bagi peran masyarakat RT/RW dan komunitas untuk menjadi member Pers Jurnalis untuk bisa menulis dan mereportase hal yang berkembang, ujar nanorame Pimpinan Redaksi sketsindonews, di Kantor Apartement Sentra Timur, Jakarta Timur.(21/9).

Warga atau komunitas bisa memiliki sketsindonews menjadi bagian pengembangan informatik atau untuk menjadikan peran masyarakat jurnalis lebih bermartabat dengan syarat yang ada serta  ketentuan standar jurnalis yang ada, sehingga peran masyarakat bisa berkontribusi baik dalam karya, tulisan serta kritik yang komstruktif.

Pembekalan sudah pasti “product knowledge etika jurnalis”, selain nanti kita berikan sertifikat dan member pers sebagai wujud masyarakat jurnalis yang tergabung dalam satu lingkup lokalitas (daerah), apalagi peran RT/RW dan komunitas menjadi follower sketsindonews ini sangat luar biasa.

sketisinfonews sudah memiliki kolom dan katagori bagi peran jurnalis masyarakat dalam membuka ruang dan waktu dalam menyikapi isu sexy pembangunan, ekonomi, sosial, dan politik hingga pemberdayaan kaum perempuan, terang Nano.

Mudah saja kok, kata nano. Informasi dari masyarakat jurnalis yang nanti tergabung sudah menjadi pemberitaan yang valid karena mereka pelaku langsung selain berperan dalam kehidupan bermasyarakat (berinteraksi) dalam segala kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Terlebih mereka itu nantinya menjadi folllower terakreditasi (member) sketsindonews sehingga mereka pun terlindungi oleh legalitas formal sebagai masyarakat jurnalis yang di lindungi olrh UU Pers.”

Nano menghimbau, bisa saja masyarakat jurnalis mulai mencoba mengiirim berita untuk mrnjadi pewarta sekaligus bershare pokok topik secara langsung ke redaksi email : sketsaindonesia04@gmail.com atau nanorame44@gmail.com atau whatshaap 0822 – 258 – 258 -31.

Atau pula bisa kirim proposal dalam menunjang dan membentuk masyarakat jurnalis bersertifikasi yang handal dalam satu wilayah, jelasnya.

Sementara Tokoh masyarakat Kartini Sawah Besar Jakarta Pusat Kusyanto menyambut baik sketsindonews melebarkan diri dalam membangun komunikasi masyarakat langsung yang nantinya tergabung mrnjadi masyarakat jurnalis dalam satu lokalitas wilayah.

Apalagi mereka akan di bekali dengan keilmuan jurnalis sesuai potensi wilayah yang ada, ini hal yang di tunggu masyarakat dalam ikut mengawasi selain kami juga menjadi tokoh di RW sebuah wilayah sekaligus membangun komunikasi (member, follower) di media online membangun insan masyarakat jurnalis yang di gagas sketsindonews, tandas Kus.

Hal kedua, ini juga dalam antisipasi maraknya berita hoax sehingga masyarakat mampu megenarilisasi masalah yang terjadi untuk di kedepankan sumber berita yang berbasis masyarakat.

reporter : puteri

Terkait

Watch Dragon ball super