Home / Berita / Korban Ijazah Palsu Ancam Tidur Depan Mahkamah Agung

Korban Ijazah Palsu Ancam Tidur Depan Mahkamah Agung

Jakarta, sketsindonews – Korban kasus ijazah palsu Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar atau STT Setia kembali menggelar aksi di depan Gedung Mahkamah Agung (MA) Jakarta Pusat, pada senin 11 Februari 2019 lalu.

Diketahui kedatangan mereka ke MA adalah untuk memastikan status dua terdakwa yakni Rektor STT Setia, Matheus Mangetang dan Direktur STT Setia Ernawati.

“Mereka sudah menyampaikan aspirasinya. Saya sudah melaporkan kedatangan mereka kepada pimpinan,” jelas Kabiro Humas Mahkamah Agung, Abdullah, saat dihubungi, selasa (12/2).

Terkait putusan yang selalu ditanyakan oleh korban, menurut Abdullah akan ditentukan oleh Majelis Hakim.

“Putusan yang menentukan majelis hakim pemeriksa perkara,” terangnya.

Sementara untuk kepastian berapa lama, Abdullah hanya memberikan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia dengan nomor 214/KMA/SK/XII/2014 dimana pada point pertama ditetapkan bahwa penanganan perkara Kasasi dan peninjauan kembali pada Mahkamah Agung harus diselesaikan pada waktu paling lama 250 hari, kecuali ditentukan lain oleh perundang-undangan, terhitung mulai dari penerimaan berkas hingga pengiriman kembali berkas ke pengadilan pengaju.

Sementara Juru bicara korban, Yusuf Abraham Selly saat dihubungi pada hari Rabu (13/4) mengatakan bahwa dari Mahkamah Agung sudah memberikan sinyal bahwa keputusan atas kasus tersebut akan didapat dalam bulan ini.

“Beliau (Humas MA, Abdullah) kemaren sudah pastikan ke kami bahwa dalam waktu satu bulan sudah bisa selesai,” ucapnya.

Secara tegas, dia mengatakan bahwa jika keputusan tersebut tidak segera diputuskan, maka mereka akan kembali melakukan aksi di depan gedung MA.

“Kalau beliau bicara lain lagi, saya juga sudah sampaikan ke beliau bahwa kami akan turun ke MA lagi dan tidur di situ, sampai mereka menjawab tuntutan kami,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, menurutnya pemerintah juga harus memikirkan nasib korban yang sudah menantikan penyelesaian kasus tersebut sejak lama.

“Ini kasus sudah bertahun-tahun, mau sampai kapan lagi, saya rasa ini saatnya korban mendapatkan keadilan,” tutupnya.

(Eky)

Check Also

Tinjau Makassar New Port, Menhub Minta Pelindo IV Tingkatkan Layanan

Makassar, sketsindonews – Pertumbuhan angkutan barang di Makassar, Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan pesat dari …

Watch Dragon ball super