Home / Artikel / KPAI dan Badan Nasional Lakukan Mou Terorisme

KPAI dan Badan Nasional Lakukan Mou Terorisme

Jakarta, sketsindonews – Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dilakukan oleh Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A bersama Ketua KPAI dan Drs. Suhardi Alius, M.H yang bertempat di ruang Ballroom Arya Duta Hotel, Jalan Prapatan No.44-48, Jakarta,Senin (13/2)

MoU ini merupakan salah satu langkah konsensi KPAI dan BNPT dalam meningkatkan efektivitas pengawasan penyelenggaraan pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui  pengawasan terhadap anak korban baik secara langsung maupun tidak langsung dari aktifitas jaringan terorisme.
Menyikapi penanganan terorisme selama ini cenderung menggunakan pendekatan punitif dan represif karena faktor kedudukannya sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Pendekatan ini juga berlaku terhadap anak yang diduga terlibat tindak pidana terorisme.

Padahal, UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) mengatur, penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), termasuk anak pelaku terorisme, harus menggunakan pendekatan keadilan yang memulihkan (restoratif justice).

Melihat hal itu, KPAI bersama dengan BNPT membangun kesepahaman tentang mekanisme pencegahan dan penanganan anak yang terpapar terorisme dengan pendekatan redukasi.

Ada beberapa kasus yang sudah memperoleh atensi bersama, dan ditindaklanjuti dalam bentuk Nota Kesepahaman antara KPAI dan BNPT.

KPAI merekomendasikan agar ada perlakuan khusus terhadap anak yang terpapar ajaran terorisme. Pendekatan bukan dengan penghukuman dan pemenjaraan (punitif) sebagaimana orang dewasa yang dijerat kasus terorisme.

Untuk menangani masalah ini, KPAI dan BNPT saling menjalin komunikasi guna merumuskan mekanisme dan model pencegahan dan penanggulangan anak-anak yang terpapar terorisme dengan pendekatan reedukasi.

Butir-butir dalam MoU tersebut meliputi dalam cakupan, pertama; Strategi, program, dan kegiatan perlindungan anak dalam penanggulangan terorisme.

Kedua, Koordinasi dalam pengawasan, perlindungan anak terkait enanggulangan terorisme; Ketiga, Koordinasi dalam pelaporan, pengawasan dan perlindungan anak dalam penanggulangan terorisme, serta kegiatan lain yang disepakati.(@D2)

Check Also

Bawa Sajam, Sekelompok Pemuda Menyerang Warga Cipinang

Jakarta, sketsindonews – Sekelompok pemuda bermodalkan senjata tajam menyerang dan berusaha memasuki pemukiman warga di …

Watch Dragon ball super