KPU Sumenep Salah Input Data Calon PPS, Korbannya Protes

Sumenep, sketsindonews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep tampak kewalahan dalam menginput data calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS). Meski calon pendaftar lulus, namun KPU tidak meloloskan. 

Salah satu korbannya adalah Faris dari Desa Batuan, Kecamatan Batuan. Motifnya, Faris dinyatakan lulus di tes tulis, namun ketika beranjak mengikuti tes wawancara namanya diubah peserta lain. 

Berdasarkan informasi yang berkembang, nama Faris digantikan peserta dari Desa Gedungan yang pindah ke Desa Batuan. Pengganti ini disebut-sebut titipan khusus orang dalam. 


Pria berkopiah ini bercerita panjang soal kejanggalan administrasi yang diduga dimanipulasi KPU. Bahkan pihaknya menyesal terhadap pelayanan KPU yang dinilai kurang profesional. 

“Jadi jangan buat peserta yang mengikuti PPS panik. Kalau lulus, iya luluskan saja. Misalkan ini kesalahan input, tolong KPU perbaiki sikap pelayanannya. Masyarakat tidak tahu soal administrasi KPU,” kata Faris, Rabu (11/3/2020). 

Apabila pelayanan KPU tidak diperbaiki secara sistem, lanjutnya, jangan harap kredibelitas penyelenggara pemilihan seperti KPU dipercaya publik. Apalagi sampai menyangkut nasib banyak orang. 

Sementara itu, Komisioner KPU Sumenep Rafiqi Tanzil mengatakan, penginputan data dalam menyeleksi anggota PPS, sudah berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Meski demikian, pria berjenggot ini mengakui, beberapa hari lalu ada kesalahan teknis dalam penginputan data tersebut. 

“Sebelumnya penginputan data itu ada kesalahan, sehingga ada perubahan data. Karena harus sesuai dengan NIK,” kata pria mantan jurnalis radio ini. 

Pada sesi tes tulis, menurut dia, KPU jadi bulan-bulanan masyarakat, tidak sedikit pihak yang melakukan komplain. Penyebabnya banyak penempatan desa yang tidak sesuai.

“Faris tidak lulus, karena nilai rangkingnya di bawah enam. Penggantinya lebih tinggi dari dia,” tukas Tanzil merespons soal ketidaklolosan Faris. 

(nru/skt)