Home / Berita / Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Tersangka Perusak Lahan

Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Tersangka Perusak Lahan

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum PT Bumi Mahkota Pesona, Hartono Tanuwidjaja SH Msi MH CBL mendesak pihak penyidik Polda Banten agar segera menangkap HAG terduga perusakan lahan di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, penyidik hanya sebatas meminta HAG untuk melaksanakan wajib lapor tiap Senin. Padahal tutur Hartono, jika penyidik Polda Banten konsisten dalam penegakan hukum, maka tindakan penahanan terhadap Tersangka HAG tersebut bisa segra disidangkan.

Namun apa hendak dikata, lanjut Hartono, tersangka HAG seperti dapat “bisikan” untuk menghilang dari pantuan polisi.

Dengan kaburnya HAG, Advokat sekaligus promotor tinju itu sangat mengkuatirkan jika proses-proses penegakan hukum lebih cenderung tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Meskipun tutur dia, Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan jajaran tentang fenomena tersebut agar dihilangkan. “Sebagai contoh ke depan, tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” mengutip ucapan Sigit dalam fit and proper test di DPR kala itu, Rabu (20/1/2021).

Duduk perkara

Kasus perusakan lahan ini bermula dari adanya kesepakatan jual beli tanah di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang yang telah dikuasai dan dimiliki oleh PT BMP cq Hendro Kimanto Liang.

Namun entah mengapa PT Banten Berlian Indonesia mengklaim tanah tersebut milik HAG dan HSS dengan modus menandatangani Akta Kesepakatan No 2 pada tanggal 4 April 2018 di kantor Notaris Mohammad Abror SH MKn di Kabupaten Tangerang. Dimana disepakati bahwa objek tanah PT BMP seluas +/- 115 Ha akan dibayar-dibeli oleh PT BBI dalam batas tempo enam bulan dan telah dibayar downpayment sebesar Rp5 miliar.

Tapi rupanya siasat untuk penandatanganan akta kesepakatan tersebut merupakan upaya “pancingan”” dari HAG dan HSS guna meyakinkan Hendro Kimanto Liang yang notabene merupakan Dirut PT BMP. Agar menyerahkan surat-surat tanah PT BMP ke kantor Notaris Mohammad Abror SH MKn.

“Dan untuk lebih meyakinkan lagi Hendro Kimanto Liang-HSS yang ternyata selaku Kepala Desa Daru telah mentransfer uang DP ke-2 sebesar Rp5 miliar. Jadi total uang DP sebesar Rp10 miliar,” ulas Hartono, Jumat (12/2/21) di Jakarta.

Dilain kesempatan ujar Hartono, rupanya PT BBI diduga telah mempunyai “jaringan laba-laba” untuk mengkloning sebagian besar dari surat-surat tanah PT BMP. Dan selanjutnya telah dialihkan secara ilegal ke PT Griya Sukamanah Permai, sehingga Tersangka HAG nekad melakukan perusakan dan perataan atas bidang-bidang tanah PT BMP.

“Padahal PT BBI yang dikomandoi oleh HAG dan HSS sengaja tidak melanjutkan transaksi jual beli tanah dengan PT BMP. Dipikir mereka sudah berhasil mengelabui pemilik tanah Hendro Kimanto Lian dengan menyerahkan surat- surat tanah di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang ke Notaris Mohammad Abroro sebagian disinyalir mereka ambil dari sana,” terang dia.

Sekedar informasi, PT GSP konon terafiliasi dengan perusahaan properti Modern Group ternyata telah membeli bidang-bidang tanah milik PT BMP melalui perantaran HSS sebagai Kepala Desa DARU dan tetangga Desa Sukamanah.

Sedangkan HAG dan HSS melalui bendera PT BBI telah batal membeli tanah PT BMP senilai total Rp. 287,5 Miliar.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Kasus Asabri, Pengacara SW Sebut MP Ikut Menikmati Hasil Korupsi

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum tersangka Sonny Widjaja, Ferry Juan meminta Jaksa Agung Muda Tindak …

Watch Dragon ball super