Home / Berita / Kuasa Hukum Jonru Anggap Saksi Tidak Mengerti

Kuasa Hukum Jonru Anggap Saksi Tidak Mengerti

Jakarta, sketsindonews – Sidang perkara ujaran kebencian terdakwa Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (25/1) dengan mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kali ini JPU, menghadirkan 3 saksi pelapor Muannas Alaidid, Guntur Romli, dan Slamet. Lalu persidangan dimulai dengan pemeriksaan saksi, Muannas Alaidid.

Dalam pemerikasaan saksi pertama, Kuasa Hukum Jonru, Alkatiri yang menganggap saksi tidak memahami maksud dalam melaporkan Jonru.

“Bagaimana dia merasa kalau ini (postingan) menyebabkan kebencian, tetapi dia (saksi) tidak tahu mana komentar yang dimaksud SARA dan ucapan kebencian. Ini, kan, tidak kompeten,” ujar Alkatiri.

Sementara menurut Muanaa, pertanyaan tersebut tidak pantas dipertanyakan, dia mengatakan bahwa terkait konten SARA dapat didefinisikan oleh Ahli hukum atau IT.

“Sementara saya ke sini sebagai saksi fakta, dia tidak mengerti,” ucap Muannas, kepada wartawan.

Sebagai saksi fakta, dia juga mengatakan bahwa pihaknya hanya menemukan konten, barang bukti, dan melaporkan ke polisi. “Nantinya ahli yang akan menguji barang bukti yang diserahkan pelapor,” katanya.

Dia menambahkan, “Yang jadi masalah ini, kan, ranahnya ahli. Kalau saya nanti berpendapat justru salah karena bukan ranah saya.”

Sebagai informasi, Jonru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017) oleh Muannas Al Aidid.

Atas pelaporan tersebut, Jonru dijerat Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) dan atau pasal 35 Jo pasal 51 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 4 huruf (b) angka (1) jo pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau pasal 156 KUHP tentang Penginaan Terhada Suatu Golongan.

(Eky)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

free wordpress themes Terkait

Watch Dragon ball super