Home / Berita / Kuasa Hukum Jonru: Saksi Tidak Kompeten

Kuasa Hukum Jonru: Saksi Tidak Kompeten

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan ujaran kebencian di media sosial dengan terdakwa Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (1/2) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebagai informasi, dua saksi ahli yakni ahli digital forensik dari Polda Metro Jaya, Saji Purwanto dan ahli hukum pidana Universitas Trisakti, Effendi Saragih yang di hadirkan Jaksa akan menguatkan dakwaannya dalam persidangan tersebut.

Kedua saksi ahli tersebut sebelumnya juga pernah bersaksi dalam persidangan untuk kasus serupa dengan terdakwa Buni Yani.

Dalam pantauan sketsindonews.com, sidang kali ini merupakan kelanjutan dari sidang yang dibatalkan pada 30 Januari 2018 lalu, dimana saat itu Isteri Jonru,  yakni Hendra Yulianti juga menolak memberikan kesaksian.

Kuasa hukum Jonru, Djudju Purwantoro, menganggap saksi ahli yakni Dr Efendi Saragih tidak kompeten.

“Karena sebelumnya saksi ahli Bagroundnya akademisi dan desertasinya Hukum Perdata jadi ya menurut kami saksi tidak kompeten,” ujarnya usai sidang.

“Jadi apa yang kami konfirmasi tentang Pemahaman di dakwakan Jonru tentang pasal 28 tentang UU ITE sangat tidak memahami betul hanya dikatakan  sebagai delik formal tidak memerlukan sebab akibat suatu kegiatan dan tidak terlalu penting, seperti apa frase ya seperti itulah delik pidana,” tambah Djuju.

Hal senada juga disampaikan Djuju untuk saksi ahli kedua yang merupakan saksi ahli digital porensik, “yang nota bene dari Lembaga Kepolisian karena hanya Polri yang memiliki sesuai dengan ISO dan kita menganggap tidak indvendent karena tidak ada pembanding.”

“Dan paling penting yang kami tanyakan saksi ahli menggali alat bukti dan kita minta alat bukti yang di sajikan sesuai pasal 6 UU ITE tahun 2016 harus bisa di akses dan di pertanggungjawabkan sesuai dengan UU ITE,” tegasnya.

Namun, menurutnya JPU tidak bisa membuka dan membuktikan, hingga Djuju menganggap bahwa bukti screen shoot tidak sah karena tidak melalui foto.

“Kami meminta juga Kepada Majelis Hakim agar memanggil untuk hadir Qurais Sihab agar lebih clear untuk menanyakan apakah keberatan atau tidak atas apa yang di sangkakan tersebut dan Termasuk Akbar Faisal yang sering dikaitkan dengan menyebabkan adanya laporan ini,” tutup Djuju.

(@d)

Check Also

Anang Serukan Elit Cooling Down Saat Asian Games

Jakarta, sketsindonews – Asian Games yang bakal digelar pada 18 Agustus 2018 di Jakarta dan …

Watch Dragon ball super