Home / Berita / Kuasa Hukum Ragukan Berita Acara Rekonstruksi KPK

Kuasa Hukum Ragukan Berita Acara Rekonstruksi KPK

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum Terdakwa Rizal Djalil eks Komisioner Badan Pemeriksa Keuangan, Soesilo Ariwibowo keberatan dengan kesaksian Febi Festia ihwal berita acara rekonstruksi penyidik KPK kepada kliennya.

Sebab antara keterangan Febi di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini, saling bertentang.

Misalnya soal wadah uang sebesar Rp1 miliar. Febi mengatakan saat penyerahan uang tersebut ia mengaku memakai kantong kertas berbahan karton.

Akan tetapi saat Hakim Albertus Usada SH MH yang juga menjabat Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, membacakan berita acara pemeriksaan atau BAP atas nama Febi Festia, mengaku bahwa fulus ditempatkan dalam boks bekas sepatu milik saksi.

“Mana yang benar boks bekas sepatu atau paper bag? Apakah mungkin uang satu miliar ditaruh dalam paper bag? tanya ketua majelis hakim dengan nada bertanya. “Ini (paper bag) kalau bawa uang satu miliar pasti robek lah,” katanya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/3/21).

Meski demikian Febi tetap meyakini pemberian uang Rp1 miliar menggunakan paper bag. “Saya meyakini Yang Mulia uang itu saya gunakan paper bag ditutupi plastik warna hitam,” tegas Febi.

Selain itu Advokat Soesilo Ariwibowo dalam persidangan itu juga menyoroti empat “keruwetan” kesaksian Febi Festia.

“Pertama soal waktu penyerahan uang dalam berita acara rekonstruksi terjadi pada 2017.Tetapi Anda menyebut tahun 2018. Kedua saksi Dipo mengatakan yang anda berikan bukan uang melainkan dokumen. Ketiga soal ukuran dan bentuk paper bag, dalam dokumen tertulis ukuran lima puluh senti, saat ditanya jaksa anda bilang tiga puluh senti. Keempat barang bukti yang diperlihatkan jaksa adalah mobil Jeep atau Alparhd. Tapi anda bilang bukan,” tuturnya saat majelis hakim memberikan kesempatan melalui kuasa hukum terdakwa untuk bertanya kepada Febi Festia.

Saat ditanya media, Lawyer Soesilo menyatakan keterangan Febi Festia di hadapan Ketua Majelis Hakim Albertus Usada SH MH dengan hasil rekonstruksi sangat jauh berbeda.

“Barang buktinya tidak ada, tas yang diperlihatkan di persidangan dengan hasil rekonstruksi juga berbeda. Ini rekonstruksi seperti apa? ucap Soesilo Ariwibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/3/21).

Ia menambahkan tujuan dilakukannya reka ulang atau rekonstruksi untuk memperjelas peristiwa pidana. Selain itu ujar Soesilo, rekonstruksi juga diperlukan guna mengungkap fakta-fakta sesungguhnya di tempat kejadian perkara.

“Dan biasanya karena ada keragu-raguan penyidik serta kurangnya alat bukti. Untuk itu dilakukan rekonstruksi,” tutupnya.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Bangkalan, sketsindonews -Aksi tawuran sekelompok anak di bawah umur yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur …

Watch Dragon ball super