Home / Berita / Kurangi Kecepatan Berkendara Di Jalan, Dapat Mengurangi 30% Angka Kecelakaan

Kurangi Kecepatan Berkendara Di Jalan, Dapat Mengurangi 30% Angka Kecelakaan

Banjarmasin, sketsindonews – Pengurangan kecepatan kendaraan di jalan raya dapat mengurangj 30% kecelakaan lalu lintas. Untuk itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat mengurangi 5% dari kecepatan rata-rata kendaraan agar dapat menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. Demikian disampaikan Menhub dalam Dialog Nasional Pekan Keselamatan Jalan Tahun 2018 di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin pada Kamis (6/9).

“Kalau kita mengurangi kecepatan rata-rata kendaraan dapat mengurangi 30% angka kecelakaan. Jadi jika berkendara baiknya kecepatan 30 sampai 50 km/jam, kalau 80 km/jam itu bahaya,” ujar Menhub Budi.

Menurut fakta kecelakaan lalu lintas dunia, mayoritas korban kecelakaan yaitu kelompok usia produktif dan potensial.

“Berdasarkan data pertahunnya ada 1,25 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan mayoritas korban berusia 15-29 tahun dan paling banyak adalah pada rentang pendidikan SMA,” terang Menhub.

Berdasarkan data kecelakaan pada tahun 2017 korban meninggal dunia mencapai 39.300 jiwa atau 3-4 orang meninggal dunia setiap jam. Sedangkan data pada tahun 2016 jenis kendaraan yang mengalami kecelakaan lalu lintas didominasi oleh sepeda motor yang mencapai 72%.

“Oleh karenanya hindari resiko kecelakaan lalu lintas di jalan dengan kurangi kecepatan kendaraan, gunakan helm dan selalu berhati-hati serta tidak menggunakan handphone saat berkendara,” tutur Menhub Budi.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor juga ikut mendukung pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya.

“Kita harus menciptakan tempat yang nyaman pada 3 tempat yaitu tempat kerja, rumah, dan jalan raya. Bagaimana kita menciptakan selama perjalanan hidup kita supaya nyaman seperti kalau naik sepeda motor jangan cepat2, kalau helm diklik (pakai),” kata Sahbirin.

Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2018 dengan tema “sayangi nyawa, kurangi kecepatan” ini diadakan di Provinsi Kalimantan Selatan mulai tanggal 4-8 September 2018. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi, Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang diadakan di Taman Edukasi Banua Kalsel, Dialog Nasional di Gedung Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin yang dihadiri oleh 4200 peserta, dan Safety Riding bagi pelajar SMA yang diselenggarakan di Terminal Tipe A Gambut Barakat – Kabupaten Banjar.

(Red)

Check Also

Rumah Aspirasi Prabowo – Sandi, Sebagai Masukan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pilihan Rakyat

Jakarta, sketsindonews – Rumah Aspirasi Prabowo – Sandi telah di bentuk di Jalan Cut Mutia No. 18 merupakan rumah aspirasi publik dalam menyampaikan segala persoalan kebangsaan, ini menjadi momentum strategis bagi kehidupan demokrasi masyarakat, ujar Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Amir Hamzah, di Masjid Cut Mutia Jakarta Pusat. (24/9).

Menurutnya, masyarakat bisa langsung mengemukan pendapatnya kepada calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo – Sandi nantinya yang nantinya dapat di teruskan dalam segala aspek dinamika kebangsaan.

Saya sudah kemukakan kepada teman – teman pendukung bagaimana rumah aspirasi di manfaatkan secara baik, karena sangat sulit mengalahkan Prabowo – Sandi kecuali dengan kecurangan, terang Amir.

Lanjut Amir, setelah nantinya hasil pilpres 2019 kedua pasangan menjadi pemenang, ini sebuah pekerjaaan rumah bagi keduanya yakni : pertama menghadapi kedaulatan bangsa dengan Pancasila yang merupakan satu azas bangsa.

Kedua, menghadapi epidemi tirani minoritas, dimana krlompok mayoritas untuk tidak merasa kecil hati terhadap kesenjangan yang ada sehingga tirani minoritas bukan lagi menjadi hambatan.

Hal krusial lain mengenai isu bahaya laten komunis untuk menjadi isu penting dalam rangka proses adu domba untuk tidak menjadi persoalan bangsa kedepan dengan merivisi Tap MPRS No 25.Tahun 1966 Tentang Larangan organisasi gerakan PKI.

Ketiga, mengenai keseimbangan pembangunan antar wilayah baik Indonesia Barat dan Indonesia Timur dalam tata kelola pembangunan ini tentunya harus menjadi perhatian Prabowo – Sandiaga Uno.

Kalo tidak kerawanan disintegrasi bangsa akan terus menjadi indikator di setiap daerah wilayah Indonesia Timur.

Tentunya rumah aspirasi setelah pemenangan harus bisa menuangkan pokok – pokok pikiran sebagai landasan strategis nasional bagi keduanya setelah menjadi Presiden terpilih pilihan rakyat, pungkas Amir.

reporter : nanorame

Terkait

Watch Dragon ball super