Home / Berita / Latihan Puncak Kohanudnas ‘TUTUKA’ 2017 Dimulai

Latihan Puncak Kohanudnas ‘TUTUKA’ 2017 Dimulai

Jakarta, sketsindonews – Kepala Staf (Kas) Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Tamsil Gustari Malik mewakili Panglima Kohanudnas Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., secara resmi membuka Latihan Pertahanan Udara (Hanud) “Tutuka” melalui video conference (vicon) dengan unsur-unsur latihan di Ruang Yudha, Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional), Kohanudnas Jakarta, Senin (18/9)

Dalam vicon, Kas Kohanudnas selaku Wadirlat didampingi Asisten Operasi Kol Pnb Joko Hadipurwanto dan Asisten Intelejen Kol Pnb Veronica Tiq, berkomunikasi dengan unsur-unsur latihan yang ada di beberapa kota seperti Medan, Pekanbaru, Palembang dan lainnya guna berkoordinasi menyamakan persepsi melaksanakan rangkaian latihan hanud sebagai latihan puncak Kohanudnas pada tahun 2017.

Dalam sambutan tertulisnya Panglima Kohanudnas menyampaikan bahwa Latihan Tutuka merupakan latihan puncak Kohanudnas sebagai kelanjutan dari latihan antarsatuan yang telah dilaksanakan secara bertahap, berjenjang dan berlanjut.

“Sebagai salah satu Komando Utama TNI, Kohanudnas juga berupaya melindungi simbol-simbol negara dan obyek vital nasional dari kemungkinan serangan udara lawan. Oleh karena itu, pada Latihan Tutuka ini berbagai unsur hanudnas baik sipil dan militer dilibatkan termasuk Hanud pasif dan obvitnas, agar siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi,” ujar Pangkohanudnas.

Lebih lanjut dikatakan Latihan Tutuka akan diadakan selama tiga hari merupakan tolak ukur seluruh personel berkemampuan hanudnas terkait seberapa baik penguasaan dan kemahirannya dalam melaksanakan prosedur operasional pada tugas pertahanan udara dengan melibatkan satuan pertahanan udara kewilayahan. Selain itu, juga dapat diketahui pula penguasaan dan kemahiranya melaksanakan integrasi serta interoperability organisasi dan prosedur antar satuan hanud kewilayahan dalam tugas tugas Hanud.

Sementara itu, Asisten Operasi Kol Pnb Joko Hadipurwanto selaku Kepala Pengawas dan Pengendali latihan Tutuka menyampaikan Latihan Tutuka merupakan latihan kesiapsiagaan komando sebagai latihan puncak Kohanudnas yang dilaksanakan setahun sekali. Latihan Tutuka merupakan latihan puncak Kohanudnas yang melibatkan dua atau tiga Kosekhanudnas, tujuannya mengukur kemampuan dan kesiagaan Kosekhanudnas dalam pelaksanaan mekanisme operasi Hanud serta kemampuan komando pengendalian dan koordinasi unsur-unsur Hanud dibawahnya, meliputi unsur Radar Militer/Sipil, unsur Tempur Sergap, unsur Dahanud (Daerah Pertahanan Udara), unsur KRI berkemampuan Hanud, unsur Lanud Operasi dan unsur Hanud Pasif.

Ditambahkan metode latihan yang digunakan simulasi dan geladi lapangan melibatkan unsur-unsur hanud antara lain pesawat Tempur F-16, Detesemen Rudal TNI AD, Kapal Republik Indonesia (KRI), pesawat Boeing 737, Helikopter SAR, Denhanud Wing 1 Paskhas, Satrad-satrad jajaran Kosekhanudnas I dan III, Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Lanud Rusmin Nurjadin, Pekanbaru, Lanud Suwondo Medan dan lainnya.

(*/Eky)

Check Also

Anang Serukan Ubah Tata Kelola Suporter Sepakbola Indonesia

Jakarta, sketsindonews – Tewasnya suporter Jakmania Persija Haringga Sirila akibat pengeroyokan suporter Persib Bobotoh menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Belajar dari peristiwa tersebut harus ada upaya perubahan dalam pengelolaan suporter sepakbola di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengaku prihatin atas tewasnya suporter Jakmania saat laga Persib versus Persija, Minggu (23/9/2018), di Bandung kemarin.

Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan harus melakukan perubahan dalam mengelola suporter sepakbola. “Saya sangat prihatin dan berduka mendalam atas meninggalnya suporter sepakbola. Semoga ini kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang memilukan ini,” ujar Anang di Jakarta, Senin (24/8).

Anang meminta agar aparat penegak hukum dapat menegakkan hukum setegak-tegaknya kepada siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan yang menimpa warga Jakarta tersebut.

Penegakan hukum, kata Anang, cukup penting agar memberi efek jera bagi para pelaku. “Penegakan hukum cukup penting agar tidak terjadi peristwia serupa di kemudian hari,” imbuh Anang.

Lebih lanjut musisi asal Jember, Jawa Timur ini mengungangkapkan harus ada upaya konkret untuk melakukan perubahan dalam tata kelola suporter olahraga khususnya sepakbola di Indonesia.

“Pengelolaan suporter sepakbola harus melibatkan tiga pihak sekaligus yakni organisasi suporter, pemilik klub sepakbola dan pemerintah daerah (pemda). Koordinasi itu sifatnya bukan seremonial, tapi menyangkut pembinaan termasuk diarahkan pada hal-hal kreatif lainnya,” sebut Anang.

Anang menyebutkan jika pengelolaan suprter sepkabola berjalan profesional maka dampak turunannya akan memberi nilai positif baik bagi anggota suporter, organsiasi suporter, klub sepakbola termasuk pemerintah daerah.

“Bisa dibayangkan jumlah suporter yang banyak itu jika energinya dimanfaatkan untuk hal yang positif tentu ini akan memberi nilai tambah yang positif,” tegas Anang.

Dia menyebutkan kegiatan positif dapat diaarahkan pada kegiatan kreatif yang memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil seperti pelatihan ekonomi kreatif bagi anggota suporter yang rata-rata berusia muda dan produktif.

“Mari kita pikirkan untuk mengarahkan mereka pada aktivitas kreatif, mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan, termasuk mendorong lahirnya kreator-kreator baru yang dikolaborasikan dengan hobi olahraganya,” harap Anang.

(Eky)

Terkait

Watch Dragon ball super