Home / Berita / Latihan Rajawali Perkasa Lanud Halim Perdanakusuma 2017
Suasana Latihan. (Dok. Pentak Halim Perdanakusuma)

Latihan Rajawali Perkasa Lanud Halim Perdanakusuma 2017

Jakarta, sketsindonews – Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Fadjar Prasetyo.,S.E., M.P.P., membuka Latihan Rajawali Perkasa (Rajasa) 2017 di Mako Wing 1, Selasa (21/3).

Latihan Satuan Rajasa 2017 tersebut merupakan latihan satuan jajaran Lanud Halim Perdanakusuma bertujuan menguji kemampuan dan profesionalisme personel dengan melibatkan seluruh unsur di Lanud Halim Perdanakusuma baik Skadron Udara, Satuan Polisi Militer Angkatan Udara, Pengamanan, juga unsur pangkalan lainnya.

Bertindak selaku Direktur Latihan Kol Pnb Adrian P. Damanik, S.T., melibatkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) seperti Pesawat C-130 Hercules, Boeing 737-400/500 VIP, CN 235/295 dan Helikopter NAS 332 Super Puma VIP.

Dalam sambutannya Marsma TNI Fadjar Prasetyo.,S.E., M.P.P., menyampaikan sebagai satuan jajaran Koopsau I, Lanud Halim Perdanakusuma merupakan Lanud operasional yang melaksanakan tugas pembinaan dan pengoperasian seluruh jajaran serta menyelenggarakan dukungan operasi bagi satuan TNI lainnya.

“Guna memelihara profesionalisme, setiap tahun digelar Latihan Rajawali Perkasa,” ucapnya.

Dipaparkan bahwa sasaran latihan adalah memberikan pengalaman, melatih serta meningkatkan kemampuan personel memahami doktrin, petunjuk dan prosedur yang berlaku dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya dalam penanggulangan bencana alam.

Kegiatan Rajasa meliputi Geladi Posko selama satu hari di Mako Wing 1 dengan kegiatan meliputi perencanaan yang dituangkan dalam naskah latihan dan Manuver lapangan sebagai hasil perencanaan yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2017.

Pada kegiatan Geladi Posko personel dari tiap skadron udara yang meliputi Skadron Udara 2,17,31 dan 45 juga staf Pangkalan serta Komando Latihan (Kolat) saling berinteraksi untuk melaksanakan perencanaan misi penerbangan dengan baik.

Dalam skenario latihan di sebutkan, setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami di Bengkulu, BNPB meminta bantuan Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRCPB) TNI wilayah barat yang berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma untuk segera menembus daerah isolasi dan mengirimkan bantuan awal.

Sebagai langkah awal Lanud Halim yang berada di bawah Dansatgasud merencanakan rangkaian operasi dukungan udara meliputi, pertama pada hari pertama dilaksanakan survey dan pemotretan udara, menggunakan pesawat CN 235/CN 295 dari Skadron Udara 2. Tujuannya mengetahui kondisi lapangan guna operasional pesawat udara dan pasukan yang akan didatangkan beserta bantuan lainnya.

Kedua, Tim Assesment Paskhas menggunakan pesawat CN 235/CN 295 dari Skadron Udara 2 untuk membuka jalur komunikasi dan menilai kerusakan akibat bencana. Ketiga pengiriman bekal awal menggunakan satu pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 menggunakan metode CDS (Cargo Delivery System).

Keempat masih pada hari pertama dilaksanakan penerjunan pasukan sebagai tenaga perhubungan, medis dan relawan menggunakan dua pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31. Kelima pesawat CN 235/CN 295 dari Skadron Udara 2 melaksanakan pengiriman bekal ulang dengan metode heli box.

Keenam dilaksanakan pendaratan pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 untuk membawa bantuan logistik di pangkalan udara di Bengkulu yang telah kembali berfungsi. Ketujuh dilaksanakan pengungsian medis udara menggunakan pesawat CN 235/CN 295 dari Skadron Udara 2 dan pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 dari Bengkulu ke Jakarta. Kedelapan, dilaksanakan dukungan angkutan udara bagi pejabat VVIP/VIP menggunakan helikopter Skadron Udara 45 yang akan meninjau lokasi bencana. (*)

Check Also

Viral !!!, Ibu Siksa Anak Batita, Ini Kata Erlinda

Jakarta, sketsindonews – Ketua Indonesia Child Protection Watch, Erlinda angkat bicara terkait video yang memperlihatkan perlakuan …

Watch Dragon ball super