Home / Profile / Komunitas / LBH Tridharma Indonesia Bangun Sinergitas Dengan Komnas HAM

LBH Tridharma Indonesia Bangun Sinergitas Dengan Komnas HAM

Jakarta, sketsindonews – Direktur LBH Tridharma Indonesia Yudi Rijali Muslim S.H, yang juga sebagai Ketua DPP bidang Hukum dan HAM Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), bersama Pengurus dan Paralegal didampingi oleh ratusan orang yang terdiri dari Mahasiswa dan Buruh dari Serikat Pekerja Panasonic mendatangi KOMNAS HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) di Jalan Latuhary No 4b, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

Diketahui, tujuan mendatangi KOMNAS HAM adalah untuk Audiensi dengan pimpinan Komnas Ham dengan suatu harapan agar terciptanya sinergisitas kelembagaan LBH Tridharma dengan Komnas Ham.

“Bahwa hal lainnya adalah untuk mengadukan dan meminta perlindungan perihal beberapa persoalan masyarakat yang tengah menjadi pendampingan LBH Tridharma Indonesia dimana persoalan tersebut dialami oleh petani, Buruh, Mahasiswa serta masyarakat lainnya),” jelas Rijal.

Untuk persoalan buruh, menurut Rijal juga dilakukan pengaduan tentang adanya dugaan Union busting atau pemberangusan serikat buruh sebagai tujuan perusahaan atau pengusaha untuk menghentikan aktivitas serikat buruh di wilayah perusahaannya PT Panasonic gobel energy Indonesia, dimana Ketua Serikat Pekerja Panasonic Gobel Energi Indonesia (PT PECGI), Jufrizal juga ikut serta bersama rombongan.

“Kami melihat apabila terjadi pembiaran dikhawatirkan Tindakan ini akan dilakukan oleh perusahaan untuk bebas melakukan eksploitasi tanpa adanya kontrol dari serikat buruh, sehingga ribuan buruh yang kelak akan dirugikan dan menjadi korbannya,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk Mahasiswa yang diperlakukan secara sewenang-wenang oleh otoritas kampus atau birokrasi dengan melakukan DO (Drop Out) tanpa alasan yang jelas, diungkapkan Rijal bahwa hal tersebut di alami oleh Anggit Dwi Prakoso Mahasiswa Hukum dari Universitas Pamulang, Tangerang Selatan-Banten dan Anry Tulus Sianturi (25) Mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Kampus Universitas Sumatera Utara.

“Mahasiswa yang kami dampingi adalah mahasiswa yang senantiasa secara nyata mengamalkan Tridharma Perguruan Tinggi di Masyarakat, namun otoritas kampus memberikan sanksi berupa DO dan tentu hal tersebut tidak sejalan dengan amanat Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, yang dimana mengatur sistem pendidikan yang ada di Indonesia,” paparnya.

Dalam UU ini menurutnya, penyelenggaraan pendidikan wajib memegang beberapa prinsip antara lain pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai budaya, dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemis dengan sistem terbuka dan multimakna.

Disampaikan juga terkait Petani Maja, Lebak Banten yang tengah berjuang mempertahankan tanah leluhurnya dari rakusnya pengembang properti yang dimana lahan pertanian petani dan rumah ibadah (Mesjid) dirusak oleh PT.

Pertemuan selama lebih dari satu jam dengan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mendapatkan respon serta tanggapan baik dan akan merespon setiap pengaduan yang masuk ke komnas HAM.

(Eky)

Check Also

Film Lima Perlu di Tonton, Mengupas Nilai Pancasila Sesungguhnya

Jakarta,  sketsindonews – Sepertinya Perfilman Indonesia belakangan sedang bergairah dengan film-film yang berkualitas. Salah satu …

Watch Dragon ball super