LP2AD ; ASN Omdo Kami Pantau, Bayu Mega Angkat Bicara

Jakarta, sketsindonews – Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengatakan, bahwa dirinya terus pemantau kinerja aparatur (ASN) khususnya bagi layanan publik atas aduan warga terlebih problematika wilayah yang menjadi kendala tidak di tindak lanjuti dengan reaktif, pungkasnya.

Banyak kasus yang menyolok mata seperti parkir liar, penataan wilayah tidak signifikan, maupun lingkup anggaran penyerapan yang tidak berdampak bagi warga hanya berdasarkan administrasi keuangan (spj), atau kata lain menyenangkan pimpinan dalam laporan alias omdo, tandas Victor.(10/9)

Ketidak puasan publik harus disikapi oleh ASN bukan dengan omdo (omong doang) terlebih untuk improvisasi dalam menyelesaikan problem menjadikan publik menjadi responsif.

Catatan lain semestinya dalam membuat program harus benar menyentuh warga. Terlihat pemda DKI saat ini SKPD hanya membuat copy paste serta mendorong penyerapan anggaran, tapi tak ada dampak terhadap outcome (result) yang di dapat warga, jelas Victor.

Sementara Walikota Jakarta Pusat Bayu Mega kepada awak media pernah angkat bicara bahwa Lurah Camat harus giat memonitoring wilayah bila perlu dengan bersepada atau jalan kaki untuk melihat simpul – simpul tak pantas untuk dibenahi bersama perangkat unit kerja dan melibatkan warga, tukasnya.

Responsif tentunya harus dilakukan karena pamong bukan hanya mendengar tapi bagaimana mencari solusi serta terobosan sehingga dapat menciptakan product kerja yang efektif.

Complain warga dengan segala resikonya itu sudah menjadi kewajiban sosok pamong untuk mengkaji masalah dan melakukan pendekatan pysicologis publik dengan memunculkan pemikiran baru, terlebih “mind set”warga dalam menyikapi dinamika perkembangan tekhnologi dengan cepat, terang Bayu.

nanorame