Mal Pelayanan Publik Mendongeng “Sebuah Pesan Cerita, Urus Izin Sendiri itu Mudah”

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurus sendiri perizinan dan pelayanan administrasi lainnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan sosialisasi kampanye “Urus Izin Sendiri Itu Mudah” dengan melibatkan berbagai stakeholder baik pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat. Kini kampanye tersebut mulai dikembangkan dengan menyasar kelompok rentan, khusunya anak- anak melalui kegiatan Mal Pelayanan Publik Mendongeng “Sebuah Pesan Cerita, Urus Izin SENDIRI Itu MUDAH” .

“kelompok rentan, salah satunya anak-anak, mereka berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenan dengan kekhususannya dari penyelenggara negara” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta, Jl. HR Rasuna Said Kav. C-22, Kuningan-Jakarta Selatan (23/04/19).

Benni menjelaskan bahwa pelayanan perizinan dan administrasi merupakan Kebutuhan Dasar dan Hak Sipil setiap warga negara, untuk itu DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta berkewajiban memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada seluruh warga Ibukota, termasuk anak. Terlebih, anak memiliki posisi dan peran sosial yang penting sebagai bagian dari masyarakat.

“anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Untuk itu pemahaman mengenai perizinan menjadi hal yang penting demi terwujudnya pelayanan publik yang prima secara berkelanjutan” kata Benni.

Benni memaparkan berbagai program komunikasi masyarakat yang dilakukan oleh pihaknya, kerap kali terbentur dengan pemahaman kata “izin” yang masih awam di masyarakat. Padahal “izin” merupakan hal yang tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia bahkan sudah ada sejak seseorang mulai dapat berbicara. Dirinya mencontohkan, ketika anak meminjam mainan milik temannya maka anak harus mengajukan permohonan izin terlebih dahulu kepada rekannya tersebut. Namun penyebutan kata “izin” jarang dilakukan oleh orang tua kepada anak. Orang tua lebih memilih padanan kata lain seperti “bilang terlebih dahulu ”, “tanya telebih dahulu”, dan lain sebagainya.

“sehingga ketika anak tersebut beranjak dewasa, dia merasa awam dengan kata “izin”, padahal dia sudah sering melakukannya. Hal ini yang membuat pemahaman yang salah, terkait izin. Bahkan cenderung dimaknai dengan hal yang rumit dan berbelit” ujar Benni.

Pembentukan Generasi Urus Izin Sendiri itu Mudah

Dalam kegiatan Mal Pelayanan Publik Mendongeng, DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta mengajak peserta didik Taman kanak-kanak yang berada di sekitar Mal Pelayanan Publik untuk mendengarkan dongeng menarik dari salah satu Maestro Dongeng Indonesia sekaligus Tokoh Perlindungan Anak Inovatif Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Mochammad Awam Prakoso atau yang lebih dikenal dengan Kak Awam.

Acara yang diselenggarakan di Taman Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta ini, tampak meriah dan menyenangkan bagi anak- anak, karena selain mendengarkan dongeng mereka juga diajak berkeliling Mal Pelayanan Publik serta bermain di Playground yang terletak di lantai 2, Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta.

“Melalui pesan dongeng yang disampaikan Kak Awam, kami berharap anak- anak dapat memahami kata “izin” dengan benar, sehingga dapat memaknai kata “izin” menjadi hal yang mudah dan membahagiakan” ujar Benni.

Benni menambahkan, penanaman nilai budi pekerti pada anak mengenai pentingnya perizinan serta dampak positif yang didapatkan jika sudah memiliki izin, menjadi tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini.

“Penanaman nilai tersebut dilakukan guna menumbuhkembangkan moral dan pembentukan karakter positif yang nantinya akan menciptakan Generasi Urus Izin Sendiri itu Mudah” pungkas Benni.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Kak Awam menjelaskan mengapa mendongeng bisa menjadi salah satu metode efektif dalam menanamkan nilai budi pekerti dan membentuk karakter positif pada diri anak. Hal ini dikarenakan di dalam sebuah dongeng tersirat berbagai nasehat yang dibalut dengan penokohan karakter- karakter jenaka yang disukai anak.

“sampai sekarang dongeng masih menjadi metode paling ampuh untuk mendekati anak dalam

membangun karakter mereka,” ujar Kak Awam.

Lebih lanjut Kak Awam menjelaskan Dongeng merupakan dunia anak yang menakjubkan, karena terdapat tokoh- tokoh yang disukai anak untuk memancing rasa ingin tahu lebih dalam. Melalui dongeng, kita dapat menyampaikan sebuah nasehat tanpa menggurui, sehingga anak senang untuk menyimak.

Kak Awam menilai Perizinan merupakan sebuah kewajiban mutlak yang harus dipatuhi oleh setiap warga negara, untuk itu pengenalan kata izin dan pentingnya kemudahan dalam pengurusan izin harus dibangun sejak usia dini.

“perizinan sangat melekat erat dengan budi pekerti dan nilai-nilai positif bagi anak. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta ini, Urus Izin Sendiri itu Mudah” Demikian ungkap pria yang telah menjadi pendongeng anak sejak tahun 1999 silam.

Mal Pelayanan Publik Mendongeng, mengisahkan tokoh utama bernama “Dina” seorang anak perempuan yang lincah, periang, dan santun. Adapun “Kakek Tulus” yang dikisahkan sebagai kakek dari Dina, memiliki sifat penyayang, bijaksana dan selalu mengajarkan Dina untuk meminta izin setiap hendak melakukan sesuatu. Berangkat dari kisah tersebut, Kak Awam berhasil memancing rasa ingin tahu seluruh peserta yang hadir mengenai kata ajaib “izin”, yang kerap disebutkan oleh berbagai karakter dalam Mal Pelayanan Publik Mendongeng.

(Eky)