Home / Artikel / Mangara Kecewa Pernyataan Aplikasi Qlue, CPB Kok Terburuk Padahal Rating Tertinggi

Mangara Kecewa Pernyataan Aplikasi Qlue, CPB Kok Terburuk Padahal Rating Tertinggi

Jakarta,sketsindonews – Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede merasa kecewa dan bingung dengan pernyataan pihak Qlue. Dimana laporan aplikasi “Qlue” warga Jakarta, yang menyebut salah satu kelurahannya dapat rating yang buruk. Kelurahan yang dimaksud adalah Kelurahan Cempaka Putih Barat.

“Jelas, di Qlue kan Cempaka Putih Barat dapat rating tertinggi, peringkatnya yang terbaik, kenapa malah Qlue bilang sebaliknya?” kata Mangara saat berbincang dengan para wartawan. (29/11/2016) siang.

Menurut Mangara, seharusnya Qlue tidak membuat pernyataan yang membuat jajarannya di lapangan jadi tidak bersemangat.

Prestasi yang dicapai oleh Kelurahan Cempaka Putih Barat di Qlue juga disebut bukan tanpa alasan itu merupakan hasil kerja jajarannya.

Perlu diketahui, kata Mangara. Kelurahan Cempaka Putih Barat termasuk yang saya banggakan di Jakarta Pusat. Bukan baru hari ini saja mereka bekerja bagus. Jadi enggak pas menurut saya, enggak fair,” tutur Mangara.

Perkataan Mangara tanpa alasan, pernyataan pihak Qlue sebelumnya melalui Marketing Communication Manager Qlue, Elita Yunanda.

Di lansir Kompas.com pada Selasa pagi, Elita menjelaskan, beberapa dinas dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) rajin menindaklanjuti atau TL laporan warga, namun TL dilakukan dengan kualitas yang buruk.

Dia menjelaskan, di kalangan pengguna atau user Qlue, mereka menamakan dinas atau SKPD yang kerjanya tidak benar dengan istilah “TL asal hijau” atau “TL abal-abal”.

Hijau merujuk pada indikator tiap laporan di Qlue yang artinya sudah rampung dikerjakan petugas lapangan dari dinas dan pihak terkait.

Adapun dari sisi peringkat kinerja kelurahan di Qlue per hari ini, Kelurahan Cempaka Putih Barat memang meraih peringkat pertama dengan jumlah 84 poin. Tetapi, poin itu merujuk pada sisi kuantitatif saja, artinya dari segi tindak lanjut laporan, termasuk yang paling cepat.

“Dia memang tindak lanjutnya cepat, tapi isi TL banyak yang abal-abal, asal hijau saja. Sistem sekarang baru menghitung ranking base on kuantitatif, belum ke kualitatif. Kami sedang develop ke arah sana. Kami bersama Jakarta Smart City akan menghitung dari sisi kualitatifnya juga, agar fair,” ucap Elita. (*)

Check Also

Pedagang Ex Import Baju Senen Tak Tuntas, Pantaskah Keberadaan di Trotoar

Jakarta,sketsindonews – Pendestrian jalan Senen Raya (Ex Kebakaran) hingga kini sulit di sterilkan keberadaan pedagang …

Watch Dragon ball super