Back

Media Terpercaya

Masyarakat Minta Makanan Kadaluwarsa di Pamekasan Diuji Laboratorium

Pamekasan, sketsindonews – Dugaan peristiwa keracunan akibat makanan kadaluwarsa yang dialami pasangan suami-istri di Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, berbuntut panjang. Masyarakat akhirnya meminta kasus yang terjadi beberapa pekan itu, untuk diuji laboratorium. 

Basri yang mewakili keluarga korban mengatakan, selama makanan yang dikonsumsi korban tidak diuji laboratorium, masyarakat akan bertanya-tanya. Apakah keracunan pasutri karena makanan, atau karena faktor lain. 

“Apa mungkin karena pemerintah lalai mengawasi penjualan makanan. Tolong kalau ada toko swalayan yang menjual produk kadaluwarsa untuk ditindak, jangan dibiarkan,” kata Basri, Jumat (20/3/20).

Apabila setelah diuji laboratorium diketahui makanan tersebut ternyata kadaluwarsa, Basri kembali mendesak kepada pemerintah untuk menindak tegas toko tersebut dengan cara menyanksi.

“Sanksi ini sebagai upaya jera agar jadi percontohan bagi toko swalayan lain. Sehingga produk makanan yang sudah diketahui kadaluwarsa tidak terulang dijual,” paparnya. 

Pasalnya, pasutri tersebut mengonsumsi makanan sosis dan hamburger yang dibeli di salah satu toko swalayan di Kota Pamekasan. Makanan yang dibeli berjenis tempura burger, bakso go, frenc fresh, roma malkis abon, dan spix mie goreng.

Dari kejadian tersebut, Basri meminta pemerintah, terutama dari Dinas Perdagangan, Kesehatan, dan Polres untuk mengetatkan peredaran makanan dari jenis tersebut. Atau bisa dengan cara melakukan pengawasan dan penggeledahan.

“Pastikan saja di toko yang diduga ini bahwa makanan yang dijualnya tidak kadaluwarsa. Sehingga tidak membuat was-was masyarakat,” ungkap Basri. 

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putro mengatakan, pasutri keracunan tidak bisa diduga karena makanan sosis dan hamburger yang dibelinya, bisa mungkin karena faktor lain. 

“Makanan itu nanti kami uji lab. Sampelnya sudah ada,” kata Andri kepada Tagar, Jumat 20 Maret 2020. 

Menurut Andri, semula kasus tersebut ditangani pihak Polsek Kadur. Dari laporannya, Polsek sudah merinci jelas kronologi kasus. Pihaknya tinggal menerima beres. 

Persoalan sanksi kepada pemilik toko yang kedapatan makanan kadaluwarsa, pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari kasus pelanggarannya. Termasuk proses uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi pasutri tersebut. 

(nru/akt) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.