Back

Media Terpercaya

MDG Paseban Munculkan Aksi Interaksi Warga, Trotoar di Jadikan Wahana Publik

Jakarta, sketsindonews – Masyarakat Diskusi Grup (MGD) Paseban yang dihadiri para Ketua RW, Kantibmas, Mitra Babinsa Kecamatan Senen mendiskusikan terkait wahana interaksi publik Kawasan Trotoar Senen-Salemba untuk diaplikasikan menjadi karya dan sumber inspirasi warga.

Dalam diskusi tersebut Wardi Jein SH MM dari Gong Pancasila mengutarakan, bahwa Senen – Salemba kekinian telah menjadi bentuk tertata jika tidak segera dilakukan pemanfaatan oleh masyarakat kreatif untuk melakukan kegiatan nyata membangun peradaban budaya yang futuristic mengisi pemanfaatan tuang trotoar menjadi wahana publik sesuai fungsinya.

Masyarakat belum terlambat untuk mengisi ruang waktu trotoar untuk menjadi satu kesatuan kebutuhan publik Jakarta, dimana selama ini DKI Jakarta tak memiliki alun – alun seperti daerah provinsi lain.

“Keberadaan trotoar akan semakin cantik bila diisi dengan berbagai kegiatan masyarakat secara edukatif, selain membangun peradaban budaya untuk ditampilkan secara kreasi,” papar Wardi, Kamis (30/01/20).

MGD dengan hadirnya para tokoh RW “Destinasi Trotoar ” akan menjadi kenyataan karena gerakan ini muncul ditengah warga peduli untuk mengamankan trotoar sesuai fungsinya.

Untuk itu Wardi meminta Kuliner Nasi Kapau Kramat untuk tidak lagi berada diatas trotoar secara phisik terkecuali mereka para penikmat boleh duduk dan makan di trotoar.

“Pemindahan kembali Nasi Kapau ke trotoar akan memicu kawasan itu tak lagi elok untuk menjadi kawasan seperti Sudirman – HI kedua sesuai harapan Gubernur DKI Anies Baswedan,” pungkas Wardi.

“Biarkan Nasi Kapau diluar trotoar seperti saat ini untuk mewujudkan kawasan ini lebih lux menjadi destinasi malam hari saat warga untuk melihat wahana publik,” ujarnya.

“Trotoar Senen – Salemba akan menjadi alun – alun warga sebagai kawasan ekpresif dan inspirasi warga melakukan berbagai kegiatan sehingga kultur budaya akan berkembang seiring dinamika kota,” tambah Wardi.

Sementara Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat Sanusi, mengatakan sebagai gerakan wujud nyata ini akan dimulai pada Hari Minggu 2 Februari 2020 pagi hari didepan Diva Karoke Salemba warga akan melakukan senam massal selain para komunitas budaya akan digerakan menjadi pendorong untuk mengisi spot – spot trotoar sebagai aksi trotoar itu menjadi wahana interaksi.

“Trotoar itu bukan untuk keberadaan PKL itu mau warga Senen sekitarnya dalam mewujudkan nilai estetika kota yang tertata dengan kemajemukan budaya, jangan lagi trotoar di jarah oleh para PKL yang hanya merusak penataan kawasan yang sudah tertata,” tandas Sanusi.

Hadir dalam MDG bukan hanya para RW, Kantibmas, Babinsa namun turut hadirnya Sekretaris Dinas Satpol PP DKI Herry Purnama ikut berkontribusi pemikiran, Lurah Paseban Muhammad Sholeh, LMK, dan FKDM dalam menampung melakukan ide gagasan mengisi fungsi penjagaan trotoar secara bermartabat.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.