Home / Artikel / Melayani Tuhan, Melayani Sesama
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)

Melayani Tuhan, Melayani Sesama

Matius 25:31-46

Renungan, sketsindonews – Terlalu sering kita mendengar panggilan untuk melayani Tuhan dan melayani sesama. Materi tersebut tidak pernah habis-habisnya untuk dibahas, dikemukakan, dan dimaknai secara baru. Karena memang melayani Tuhan dan melayani sesama merupakan panggilan yang begitu esensial dalam kehidupan umat percaya.

Bukan hanya dalam kehidupan jemaat, namun dalam kehidupan sehari-hari istilah “melayani” telah menjadi ukuran mutu dan profesionalisme suatu bidang pekerjaan. Semakin seseorang atau lembaga apapun yang mampu melaksanakan pelayanan, maka semakin berkualitas, terpercaya, dan dihargai oleh banyak orang.

Karena itu di setiap bank, kantor-kantor pemerintah/swasta, perusahaan-perusahaan, dan industri berlomba-lomba mengedepankan mutu suatu pelayanan kepada masyarakat. Namun ironisnya, dalam kehidupan gereja justru semakin jarang umat mau berlomba-lomba meningkatkan mutu pelayanan.

Sebab setiap orang berpikir dan mengharap, “kapan saya mendapat pelayanan.” Namun jarang di antara umat yang berpikir dan memiliki komitmen, “kapan saya memberi pelayanan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.” Kita tidak dapat membayangkan seandainya setiap umat memiliki beban dan tanggungjawab untuk saling melayani, dan mengembangkan pelayanan tersebut kepada masyarakat dalam lingkup yang lebih luas, pastilah dampak kehadiran gereja akan menjadi signifikan sebagai garam dan terang dunia.

Memberitakan Injil berarti kita menghormati, peduli, dan mengasihi sesama dalam konteks hidupnya. Injil Kristus sebagai kabar baik harus menjadi suatu kabar yang meneguhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Karena itu kita selaku gereja menolak dengan tegas setiap sikap/tindakan yang melecehkan orang lain, penindasan dalam bentuk apapun, kekerasan fisik atau mental, sikap pengabaian kepada orang yang menderita, dan eksploitasi manusia dalam berbagai sistem.

Tugas memberitakan Injil berarti kita membuka setiap sekat dan belenggu, sehingga tercipta suatu ruang kasih yang berbela-rasa. Karena itu kita wajib memperlakukan setiap orang sebagai sahabat-sahabat Kristus. Misi jemaat GKI Perniagaan telah dirumuskan ulang menjadi: “Meneladan Kristus yang Menjadi Sahabat bagi Sesama dengan Menabur Kasih Allah dan Memberitakan Injil Kristus kepada Dunia.”

Jika demikian, apakah kita telah meneladan Kristus yang menjadi sahabat bagi sesama, sehingga kita terpanggil menabur kasih Allah, dan memberitakan Injil Kristus kepada dunia?

(Eky/ Renungan HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super