Home / Artikel / Membangun Generasi Jakarta Yang Tangguh

Membangun Generasi Jakarta Yang Tangguh

Jakarta, sketsindonews – Dalam Panca Usaha Utama Pembangunan di Jakarta telah ditetapkan bahwa pembangunan manusia menempati urutan pertama dan paling sentral.

Oleh karena itu,  strategi pembangunan generasi muda di Jakarta dan lebih khusus lagi di Johar Baru Jakarta Pusat harus mengutamakan pembangunan manusia sebagai implementasi dari  Panca Usaha Utama Pembangunan di Jakarta. ujar Prof Musni Umar Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta

Dalam perbincangan di publik sering dicampuradukkan antara strategi dan taktik.  Strategi adalah menentukan apa yang harus dikerjakan  sedang taktik adalah menentukan bagaimana kita mengerjakan sesuatu.

Untuk menentukan apa yang harus dikerjakan, maka harus memahami akar  permasalahan yang dihadapi.  Dengan memahami permasalahan dan akar masalah di Jakarta, maka kita bisa menentukan apa harus dilakukan dalam membangun  generasi muda dan bagaimana kita melakukan pembangunan terhadap mereka.

Permasalahan di Jakarta

Jakarta sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai  segudang permasalahan.  Dalam bidang sosial misalnya, pada masyarakat bawah masih menghadapi permasalahan oleh karena Pendidikan yang rendah, Kepakaran (skill) yang minim, Keimanan yang kurang

Ketiga hal tersebut merupakan akar permasalahan sosial di Jakarta, yang
dampak negatifnya telah menghadirkan: pengangguran, kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan sosial, Miras dan Narkoba

Jadi kata Musni, pengangguran yang banyak terjadi di Jakarta dan di berbagai daerah di Indonesia, bukan akar masalah tetapi dampak dari kurangnya pendidikan dan tidak adanya kepakaran (keahlian) kerja dan bisnis.

Jika generasi muda yang mempunyai pendidikan tinggi dan memiliki kepakaran (skill),  pasti tidak akan menjadi pengangguran.  Bisa jadi seorang pemuda tidak mempunyai pendidikan tinggi, tapi jika memiliki suatu kepakaran, maka pasti yang bersangkutan tidak akan menganggur karena pasti diperlukan perusahaan atau bisa membuka usaha sendiri.

Begitu juga kemiskinan dan keterbelakangan, saya meyakini merupakan dampak dari tidak ada pendidikan dan tidak ada pula kepakaran.  Kalau mempunyai  pendidikan yang tinggi dan kepakaran, maka tidak akan  miskin dan terkebelakang, karena bisa bekerja di dalam dan luar negeri atau membuka usaha sendiri.

Selain itu, kesenjangan sosial, terjadi di dalam masyarakat akibat tidak ada pemerataan dalam pendidikan dan memperoleh kepakaran (skill).

Kalau semua atau mayoritas generasi muda berpendidikan tinggi dan memiliki kepakaran, atau setidak-tidaknya walaupun tidak berpendidikan tinggi, tetapi semua mempunyai  kepakaran, maka pasti kesenjangan sosial tidak terjadi seperti sekarang.

Terakhir,  masalah Miras dan Narkoba yang sekarang ini merajalela di kalangan generasi muda, tidak terlepas dari  keimanan yang kurang.

Kalau generasi muda kuat imannya, maka miras dan narkoba tidak akan diminum atau dikonsumsi karena dilarang oleh hukum negara dan hukum agama.

Fokus Pembangunan Manusia

Dengan memahami akar masalah yang dialami masyarakat Jakarta, maka strategi yang harus dilakukan terhadap generasi muda di Jakarta dan lebih khusus lagi di Johar Baru Jakarta Pusat ialah pembangunan manusia.

Taktiknya, bagaimana kita melakukan pembangunan manusia?  Menurut saya, pembangunan manusia harus dilakukan:
Pertama, menanamkan pendidikan kepada kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yaitu tauhid (akidah) supaya generasi muda memiliki iman dan takwa yang kukuh dan kuat agar tidak mudah terombangambing oleh rayuan yang bisa menghancurkan .

Kedua, pendidikan ibadah dan akhlak  mulia sebagai implementasi dari pendidikan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Karena tanpa pengamalan, tak obahnya pohon yang tidak berbuah.

Ketiga, pendidikan ilmu pengetahuan. Generasi muda wajib menguasai ilmu pengetahuan karena kunci kemajuan bangsa Indonesia adalah menguasai ilmu pengetahuan.

Keempat, pendidikan kepakaran.  Generasi muda Jakarta dan  Indonesia pasti mampu bersaing di tingkat nasional dan di tingkat global, jika memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi serta kepakaran dalam berbagai bidang.

Kelima, pendidikan cinta bangsa dan tanah air Indonesia dalam rangka menanamkan nasionalisme Indonesia.

reporter : nanorame

Check Also

Harkitnas Ke-110, Indonesia Menuju Era Ke-Emasan

Malang, sketsindonews – Bertempat di Stadion Dirgantara Lanud Abd Saleh dilaksanakan upacara bendera dalam rangka …

Watch Dragon ball super