Home / Berita / Nasional / Mengapa, Lailatul Qodar Hanya untuk Umatnya Nabi Muhammad SAW

Mengapa, Lailatul Qodar Hanya untuk Umatnya Nabi Muhammad SAW

Oleh: Letkol Sus Giyanto

BICARA Lailatul Qodar, selalu menimbulkan berbagai persepsi, baik itu kapan waktu terjadinya, dan bagaiman ciri-cirinya malam itu. Begitu juga bagaimana tanda-tanda orang yang mendapatkan, termasuk dampak setelah itu bagi yang mendapatkan, serta mengapa Lailatul Qodar hanya untuk umatnya Nabi Muhammad SAW. apakah tidak berlaku seluruh umat manusia..?

Persoalan ini sangat menarik, namun tulisan ringan ini akan membahas tema tentang Mengapa Lailatul Qodar hanya untuk umatnya Nabi Muhammad SAW. Saja..? mengapa tidak untuk seluruh umat manusia. Menjawab pertanyaan ini tentu tidak sembarang menjawab, tanpa disertai argumentasi yang berdasarkan referensi, kisa-kisah atau bahkan fiqih islam yang berhubungan dengan hal tersebut.

Dalam sebuah kisah, dikatakan bahwa Rasulullah SAW. pernah merenungkan usia umat-umat terdahulu yang lebih panjang daripada usia umatnya yang pendek. Beliau pun bersedih karena mustahil umatnya dapat menandingi amal ibadah umat-umat terdahulu. Oleh sebab itu, Allah SWT. dengan kasih sayang-Nya yang tidak terhingga mengaruniakan Lailatul-Qadar kepada umat ini.

Riwayat lain juga dikatakan bahwa Rasulullah SAW. bercerita kepada para sahabatnya tentang kisah seseorang yang sangat shalih dan Bani Israil yang telah menghabiskan waktunya selama seribu bulan untuk berjihad fi sabilillah.

Mendengar kisah ini, para sahabat radliyallahu anhum merasa iri. Terhadap hal ini, Allah SWT. mengaruniakan kepada mereka Lailatul-Qadar sebagai ganti dan beribadah selama 1000 bulan tersebut.

Ada juga riwayat lainnya yang menyatakan bahwa Nabi SAW. pernah menyebutkan empat nama Nabi dan Bani Israil, yang masing-masing telah menghabiskan delapan puluh tahun untuk berbakti dan beribadah kepada Allah tanpa pernah mendurhakai-Nya sekejap matapun. Mereka adalah Ayyub as., Zakariya as., Hizkil as., Yusya’ as.

Mendengar hal ini para sahabat merasa iri. Lalu Jibril a.s. datang dan membacakan surat Al-Qadar; yang mewahyukan tentang keberkahan malam yang istimewa ini.

Selain itu, ada kisah dari sahabat Mujahid RA menceritakan ada kabar pada masa dulu pernah ada seorang dari kalangan Bani Israel yang berperang di jalan Allah SWT. Ia berperang terus-menerus selama seribu bulan. Selama itu pulalah konon katanya ia tak pernah sekalipun meletakkan pedangnya.

Melihat ketangguhan pemuda dalam berjuang di jalan Allah, para sahabat terkagum-kagum. Hal ini pun lantas disampaikan kepada Rasulullah SAW, kemudian turunlah surat Al-Qadar dari ayat 1-5,

Lebih lanjut, ketangguhan pemuda Bani Israil itu juga disebutkan dalam hadis qudsi-Nya, “Malam Lailatul Qadar masihlah lebih baik daripada seribu bulan yang dilakukan lelaki Bani Israil tersebut. Dimana ia tak pernah meletakkan senjatanya.”

Dari sekian banyak kisah tersebut merupakan asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayat al-qur’an), khususnya surat al-qodar ayat 3, yang artinya malam kemuliaan (Lailatul Qodar) mempunyai nilai lebih baik dari 1000 bulan, sekitar 83 tahun. Dimana hal ini tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya yang notabene mempunyai umur yang rata-rata panjang. Sementara umat Rasulullah SAW. yang rata-rata umurnya pendek. Maka turunlah Lailatul Qodar, yang mana hanya diberikan kepada umatnya Nabi Muhammada SAW.

Semoga kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Yang mampu menggapai Lailatul Qadar, aamiin ya robbal ‘alamiin.

Check Also

Kepala BP2MI Berencana Tarik Pekerja Migran Indonesia dan Alihkan Ke PTPN

Kepri, sketsindonews – Kepala BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Benny Rhamdani meninjau kondisi 145 …

Watch Dragon ball super