Home / Artikel / Mengikut Yesus Dengan Tulus
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)

Mengikut Yesus Dengan Tulus

Lukas 9:51-62

Renungan – Apakah selalu mudah untuk memahami pikiran-pikiran, tujuan, perilaku dan gaya hidup Yesus Kristus yang kita ikuti? Belum tentu.

Dalam Lukas 9:51-62 dikisahkan para murid ditolak memasuki desa orang Samaria.

Yakobus dan Yohanes tersinggung dan mulai pamer kekuasaan: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” (Luk.9:54).

Dua murid ini nampaknya mengira bahwa Yesus pasti setuju dengan tindakan membinasakan orang yang berbeda dan menolak mereka seperti orang-orang Samaria itu.

Para murid mengira Yesus menghendaki semua orang harus sepakat dengan-Nya dan mereka yang tidak sepakat harus disingkirkan.

Tapi para murid keliru. Para pengikut itu, yang sudah bertahun-tahun berjalan di belakang Yesus, belum sungguh-sungguh mengenal seluruh pikiran, perilaku, tujuan, dan gaya hidup Sang Guru. Akibatnya, mereka mendapat teguran dari Yesus (Luk.9:55).

Ternyata tidak mudah mengikut Yesus. Dalam Luk.9:51-56 digambarkan betapa seorang murid merasa bahwa dia sedang mengikut Yesus, tapi yang terjadi sebenarnya dia justru sedang memuaskan keinginan dan ambisinya sendiri.

Seorang murid mengaku sebagai pelayan Yesus, namun dalam prakteknya dia bertindak sebagai bos pemilik proyek pelayanan yang suka main gertak dan unjuk kekuasaan.

Karena itulah dalam Luk.9:57-62 ditegaskan bahwa mengikut Yesus tidak bisa dilakukan dengan setengah hati.

Untuk menjadi pengikut Yesus diperlukan sikap hidup yang mengutamakan Yesus di atas keperluan-keperluan yang lain.

Seorang murid harus terus menerus melihat kepada Yesus, memperhatikan tujuan-tujuan-Nya, memahami apa yang menjadi keprihatinan-Nya, meneladani kepedulian-Nya, menyukai apa yang disukainya, melakukan apa yang dilakukan-Nya. Dengan terus menerus berjalan di belakang Yesus, dengan senantiasa memandang kepada Yesus, maka setiap murid akan berpikir sebagaimana Yesus berpikir, merasa sebagaimana Yesus merasa, bertindak sebagaimana Yesus bertindak.

Setiap mereka yang sungguh-sungguh berjalan di belakang Yesus niscaya mengalami perubahan dalam hidupnya, yaitu semakin serupa dengan Yesus Kristus yang diikutinya. Amin

(Renungan HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Harkitnas Ke-110, Indonesia Menuju Era Ke-Emasan

Malang, sketsindonews – Bertempat di Stadion Dirgantara Lanud Abd Saleh dilaksanakan upacara bendera dalam rangka …

Watch Dragon ball super