Home / Traveling / Budaya / Mengulik Ikon Budaya Betawi

Mengulik Ikon Budaya Betawi

sketsindonews – Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak ragam suku dan budaya. Setiap pulau memiliki ciri khas dan adat istiadatnya masing-masing.

Ibu kota Indonesia yang terkenal sebagai sentral perekonomian ini, ternyata menyimpan banyak ragam budaya mulai dari makanan, pakaian, tarian, bela diri, dan berbagai alat musik.

Salah satu kebudayaannya tak asing dilihat memiliki ciri khas bertubuh besar, bermata lebar, selalu diiringin musik, dan selalu tampil berpasangan. Dia adalah ondel-ondel.

Ondel-ondel merupakan salah satu kebudayaan betawi yang telah lama dikenal oleh masyarakat khususnya Jakarta, bahkan menurut jakartatourism.go.id terdaftar sebagai salah satu dari delapan ikon budaya betawi yang diatur dalam Pergub No. 11 tahun 2017 tentang ikon budaya Betawi. Boneka berbadan besar ini dulu dikenal sebagai ‘Barongan’.

Seiring berjalannya waktu, almarhum Benyamin merilis lagu berjudul ondel-ondel. Nama barongan pun perlahan-lahan mulai tergantikan. Ondel-ondel sering muncul pada acara kesenian Jakarta maupun dipernikahan suku Betawi.

Menurut Jazuri perajin ondel-ondel, boneka besar ini sudah ada sejak abad ke-16. Dulu ondel-ondel di pakai untuk ritual adat, sekarang jadi hiburan dan pajangan. Jika ke kelurahan atau kecamatan sering melihat ada dua boneka besar yang berdiri di depan pintu masuk, nah itu ondel-ondel.

Jazuri menambahkan pembuatan, ondel-ondel terbuat dari bambu pada rangkanya dan untuk wajah ataupun kepala terbuat dari bubur kertas, tapi seiring perkembangan zaman bahan yang terbuat dari bubur kertas saat ini diproduksi dengan menggunakan fiber atau resin.

Ondel-ondel juga ada yang versi kecil (miniatur), bahan-bahan pembuatan biasanya dari kayu atau juga dari kertas art carton untuk menjadi pajangan agar mengingatkan kembali tentang budaya Betawi.

Ditulis dalam buku karangan Cai yang berjudul Ngubek-Ngubek Jakarte, menjelaskan ondel-ondel berbentuk boneka berbadan besar dengan rangka anyaman bambu berukuran kurang lebih 2,5 meter. Rambut ondel-ondel yang terbuat dari sapu ijuk. Tinggi dan garis tengahnya kurang dari 80 cm, ini juga sudah dipikirkan matang supaya orang yang ada di dalam ondel-ondel bisa bergerak bebas.

Layaknya manusia ondel-ondel ini juga mempunyai jenis kelamin. Dalam membedakannya tidak sulit biasanya ondel-ondel laki-laki dicat berwarna merah dan memiliki kumis untuk melambangkan keberanian dan perkasa. Sedangkan ondel-ondel perempuan dicat berwajah putih dan berbibir merah yang melambangkan kesucian dan keanggungan.

Dimana ada ondel-ondel pasti ada lagu pengiringnya, lagu yang sering menjadi pengiringnya seperti jali-jali, kici-kicir, dan tidak akan ketinggalan sebuah lagu legendaris almarhum Benyamin menjadi pengiringnya serta lagu asal Jakarta lainnya. Diiringi dengan tanjidor, pemain ondel-ondel menari berputat-putar untuk menghibur masyarakat yang menyaksikan.

Dipa Radityatama salah seorang pemain ondel-ondel menuturkan bahwa, Awalnya kaget karena dipikir ondel-ondel itu berat, ternyata cukup ringan untuk dipikul dan menyenangkan saat menari-nari bersama warga sekitar.

Dipa berangapan bahwa saat ini pemain ondel-ondel lebih ramai daripada sebelumnya tapi mereka memutarkan lagu yang tidak sesuai dengan budaya kita ini. Harapanya untuk para pemain ondel-ondel untuk dapat melestarikan budaya Betawi yang sudah dijaga sampai saat ini dan memainkan lagu-lagu pengiring yang sesuai dengan adat istiadat Betawi.

Menurut pandangan penulis budaya adalah idetintas atau jati diri suatu bangsa. Dengan budaya yang kita miliki, suatu bangsa akan dikenal bahkan dikagumi oleh bangsa lain. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus merupakan tugas bersama untuk saling menjaga dan melestarikan keaslian budaya-budaya yang telah ada sebelum kita lahir, agar generasi selanjutnya mengetahui betapa indah dan banyaknya ragam budaya yang negeri ini miliki.

(Muhammad Nabil Agastiadi)

Check Also

Rampak Sarinah Jakarta Menghadiri RDP di Komisi X DPR RI : Kebaya Sebagai Warisan Dunia Tak Benda – UNESCO

Jakarta, sketsindonews – Rampak Sarinah Jakarta sebagai anggota Timnas Pendaftaran Kebaya ke UNESCO dan sebelas …

Watch Dragon ball super