Menhub Minta Stakeholder Persiapkan Ketersediaan Transportasi Bandara Yogyakarta

Yogyakarta, sketsindonews – Jelang beroperasi penuh pada akhir Maret 2020, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta stakeholder terkait untuk mempersiapkan dengan baik ketersediaan transportasi lanjutan dari dan ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA). Hal tersebut disampaikan Menhub usai menghadiri Hari Pendidikan Tinggi Teknik ke-74, Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Senin (17/02/20).

“Hal yang penting yang harus disiapkan adalah aksesibilitas. Saat ini jalan tol belum jadi dan kereta api langsung ke bandara juga belum ada, maka saya minta kepada dua instansi yaitu PT KAI dan Damri untuk mempersiapkan transportasi dari dan ke YIA dengan baik,” jelas Menhub.

Menhub meminta PT KAI untuk mempersiapkan kereta dengan waktu tunggu antar kedatangan (headway) setiap satu jam dari Stasiun Tugu ke Stasiun Wojo maupun sebaliknya.

“Setiap satu jam ada yang berangkat dari Tugu ke Wojo. Nanti penumpang yang turun dari Wojo bisa menggunakan Damri menuju YIA. Kira-kira waktu perjalanan dari Stasiun Tugu sampai ke YIA totalnya 45 menit sampai 1 jam,” ungkap Menhub.

Selain itu, Menhub juga meminta Damri untuk menyiapkan armada di beberapa titik seperti Jogja City Mall, Hartono Mall, serta Universitas Gajah Mada yang akan diberangkatkan setiap 30 menit sekali.

Hingga saat ini, Menhub mengungkapkan kesiapan Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo sudah mencapai 98% untuk menyambut perpindahan seluruh aktivitas penerbangan dari Bandara Adisutjipto, kecuali penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal yang menggunakan pesawat propeller/baling-baling, serta penerbangan VIP menggunakan pesawat jet pribadi.

Sebagai informasi, Kemenhub telah memberikan subsidi tarif untuk Bus Damri dari dan menuju YIA di 2 (dua) shelter Damri yaitu dari Shelter Sleman City Hall dan Hartono Mall dengan tarif 25 Ribu Rupiah. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat terbiasa dan semakin tertarik untuk menggunakan Angkutan massal bus. Sementara, pada rute YIA -Shelter Malioboro, berlaku tarif komersial sebesar 70 ribu Rupiah.

Perjalanan dari dan ke YIA telah didukung moda transportasi umum seperti Damri, SatelQu, taksi bandara, taksi online, dan kereta dari stasiun terdekat Stasiun Wojo yang dapat ditempuh 10 menit dari bandara. Pilihan moda transportasi ini diharapkan akan semakin memudahkan para penumpang pengguna jasa angkutan udara.

(Eky)