Home / Berita / Menhub Tinjau Kondisi Stasiun Duri

Menhub Tinjau Kondisi Stasiun Duri

Jakarta, sketsindonews – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Duri, Jakarta Barat, Jumat sore (6/4). Di sini Menhub meninjau langsung kondisi Stasiun Duri yang akhir-akhir ini ramai diberitakan mengalami penumpukan penumpang KRL jurusan Duri-Tangerang.

Pada sidak ini Menhub hadir sekitar pukul 17.45 menggunakan sepeda motor. Hadirnya Menhub di sini bertepatan dengan jam pulang kerjanya penumpang. Selain memastikan kondisi penumpang, Menhub turut pula mengecek prasarana dan sarana yang ada di Stasiun Duri.

Dari hasil sidak ini Menhub mengatakan saat ini penumpang sudah lebih teratur. Namun ada beberapa perbaikan di prasarana yang masih harus diperbaiki. Satu yang menjadi koreksi dari Menhub adalah perlunya menambah tangga penumpang sehingga memudahkan akses penumpang baik untuk akses pindah kereta maupun keluar stasiun.

Dia menambahkan, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan agar keselamatan dan kenyamanan penumpang selalu terjamin.

“Saya lihat saat ini penumpang sudah lebih teratur, karena secara sistematis PT KAI bersama PT Raillink sudah mengatur itu semuanya. Untuk prasarana tadi tangga saya koreksi. Tangga akan kita tambah. Kita akan membuat tangga manual dari besi, supaya cepat, karena kalau pakai beton bisa lama pengerjaannya. Ke depan kita memang harus membuat layanan kereta api Jabodetabek ini lebih baik. Artinya usulan-usulan untuk perbaikan sarana dan prasarana akan kita ikuti,” katanya.

Usai melakukan sidak, Menhub menaiki KRL jurusan Bogor. Menhub bersama rombongan turun di Stasiun Sudirman. Dalam perjalanan, Menhub turut pula berinteraksi dengan para penumpang. Dari penumpang ini Menhub banyak mendapatkan masukan yang konstruktif. Seperti perlunya menambah rangkaian kereta menjadi 10 atau 12 gerbong dalam satu rangkaian. Karena semakin banyak gerbong dalam rangkaian kereta maka semakin besar kapasitas penumpang yang bisa diangkut.

“Kita harus maksimalkan rangkaian kereta. Bayangkan kalau setiap rangkaian kereta minimal bertambah menjadi sepuluh gerbong, itu kan naiknya bisa beberapa persen. Syukur-syukur kalau bisa 12 gerbong. Dengan tambah rangkaian otomatis jumlah angkut semakin besar,” pungkasnya.

(Eky)

Check Also

Buka Kesempatan Jadi PNS, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Ini

Jakarta, sketsindonews – Dalam rangka memfasilitasi para akademisi yang akan memasuki dunia kerja, Pemerintah Provinsi …

Watch Dragon ball super