Home / Berita / Modernisasi dan Lawan Narkoba

Modernisasi dan Lawan Narkoba

Cirebon, sketsindonews – Brig Jen. Pol. Drs Siswandi saat perayaan Hut Bhayangkara ke 71 bersama masyarakat kota Cirebon, Selasa (18/7)  menjelaskan bahwa modernisasi adalah hal yang pasti dialami oleh seluruh Negara di dunia, termasuk pula dialami oleh Indonesia.

Karena modernisasi pulalah peradaban Bangsa Indonesia mengalami berbagai macam kemajuan diantaranya di bidang ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pembangunan, dan aspek lainnya.

“Namun demikian, modernisasi juga tak hanya memililki dampak positif namun juga berdampak negatif,” ucapnya.

Penyalah gunanaa narkoba adalah dampak negatif yang paling nyata sebagai musuh Negara. Bagaimana tidak, narkoba telah merusak mental, moral, etika dan pemikiran generasi muda.

“Karena dalam pengaruh narkoba, seseorang takkan mampu berpikir jernih hingga akhirnya mental, moral dan etikanyapun menjadi bobrok. Tak hanya itu, nyawa pun menjadi resiko yang harus ditanggung oleh generasi muda korban narkoba,” terangnya.

Menurut data terakhir yang sampai tahun 2016 bahwa, dijelaskan bahwa setidaknya saat ini ada kurang lebih sekitar 5,6 juta pengguna narkoba dan 45 sampai 50 orang meninggal dunia karena narkoba setiap harinya. “Maka patutlah bahwa kita menyebut narkoba sebagai musuh Negara,” ucapnya.

Dia mengatakan, “Saat ini Indonesia tidak saja berada di dalam situasi Darurat Narkoba namun sudah mencapai titik Bencana Narkoba.”

“Jika sudah demikian, wajib hukumnya narkoba dalam apapun bentuk dan macamnya untuk diberantas,” tambahnya.

Dalam hal ini, Menurut Siswandi yang juga sebagai pembina Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), GPAN akan mendorong pemerintah untuk menjalankan Program Drugs Amnesty. Dengan tujuan menyelamatkan para generasi muda korban narkoba agar terlepas dari jerat candu narkoba.

“Para pengguna dan pecandu sebagai korban hanya perlu melaporkan dirinya untuk kemudian mendapatkan fasilitas rehabilitasi dari Negara, tanpa dituntut pidana. Tentu sebelum pengguna tersebut tertangkap oleh aparat penegak hukum,” terangnya.

Namun di sisi lain, karena narkoba adalah bagian dari Perang Asimetris yang bertujuan untuk mengkerdilkan kemampuan generasi dalam mengelola Republik Indonesia, Maka para bandar narkoba/jaringan sindikat narkoba yang sudah inchrah mendapat hukuman mati segera dieskekusi.

“Pemberantasan narkoba sampai ke akarnya harus segera dieksekusi. Para produsen, bandar dan pengedar narkoba harus dihukum seberat mungkin bahkan hinggga ke titik hukuman mati. Diharapkan, hukuman mati ini dilakukan tanpa banyak bertele-tele (ber “jilid”) seperti yang selama ini terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Dijelaskan juga bahwa pemberantasan narkoba adalah bentuk dukungan kepada membumikan Pancasila dalam Ketahanan Nasional karena Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum.

Mengingat Pancasila adalah Ideologi Negara dan Falsafah Bangsa serta Perasaan Umum Rakyat Indonesia pemeberantasan nakoba juga adalah implementasi dari Ketahanan Nasional di Bidang Ketahanan Pertahanan dan Ketahanan Keamanan untuk menjaga 10  warisan bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Burung Garuda, Bhineka Tunggal Ika, Bendera Merah Putih, Lagu Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, Rupiah, Gotong Royong.

“Untuk itu, mari kita menyerukan kepada seluruh lapisan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, Pimpinan perusahaan, BUMN, BUMD,  Akademia (Mahasiswa/pelajar), Perusahaan Swasta, LSM/ORMAS, Tokoh Agama/Masyarakat pada umumnya menjadi Semua Itu Satu melawan narkoba,” pungkasnya. (*)

Check Also

Disebut Punya Bisnis, Kasatpol PP Jatinegara Sebut Itu Usaha Keluarga

Jakarta, sketsindonews – Kasatpol PP Jatinegara, Sadikin tanggapi tunduhan yang menyatakan dirinya memiliki bisnis dengan …

Watch Dragon ball super