Modus Jual Rumah Murah Keluarga Wartawan Di Depok Sedang di Susuri

Jakarta, sketsindonews – Modus oleh oknum yang ditenggarai melakukan penipuan jual rumah di bilangan Depok kini terus di susuri terhadap pihak – pihak merecanakan penjualan sepihak tanpa diketahui pemilik rumah secara illegal.

Kasus akan dilaporkan pihak berwajib jika terbukti ada unsur pidana (kriminal) pasalnya wanita berinisial IY (40) mengaku isteri siri (Bunangin), Yad, RA telah menipu dan memutuskan Tanah dan Bangunan seolah akan di jual kepada pihak para pembeli.

Awalnya kasus ini persoalan pinjaman oleh Mar alias IY dengan RA senilai 25 juta rupiah yang diketahui Bunangin (45) namun seiring perjalanan tanpa sepengatehuan IY meminjam uang berlanjut dengan RA yang tidak diketahui secara langsung oleh Bunangin.

RA terus menghasut IY agar melakukan pinjaman sebanyak”nya. Momentum tersebut dimanfaatkan IY agar pihak Bunangin mau bertanggung jawab.

Kasus ini semakin pelik setelah WID juga tergiur akan rayuan modus yang dibangun untuk memiliki rumah murah hingga informasi terdengar dana pensiun juga ikut ludes hingga sakitan hingga sampai menyewa pengacara.

Penyusuran sketsindonews semakin terang setelah pihak Notaris yang berkantor di Jalan Margonda Raya selaku pejabat PPAT menuturkan, ini saya jadi berfikir untuk berusaha menyelesaikan antar pihak walaupun akhirnya Hukum harus berjalan terkait kepemilikan Tanah dan Bangunan sesuai sertifikat milik Sugandi yang di jual secara sah kepemilikan kepada Bunangin yang belum di pecah sesuai data kepemilikan di tanah, ujar Retno Ariani SH. (23/2).

Diakuinya sertifikat masih kami simpan dengan baik seiring awalnya untuk dilakukan pemisahan sebidang tanah yang masih menyatu selain belum dibalik nama atas keduanya antara Bunangin dan Tono.

Pihak keluarga tidak akan menjual setelah puteranya menghadap saya, namun Bunangin akan melakukan koperatif terhadap pengembalian dana pinjaman sesuai kesaksian yang di ketahui senilai 20 juta rupiah kepada RA yang terindikasi ada main dengan Iy Cs untuk menjual kepada WID.

Kondisi Wid sendiri sulit untuk kami ceriterakan, dimana kami sudah Ingatkan untuk tidak ada transaksi dengan teriming rumah murah hingga sampai menyewa pengacara.

“Kami sepakat bersama usulan pihak Bunangin untuk dana pengembalian utang yang diketahui dan ditanda tangani oleh pihak Bunangin senilai 20 juta dan di selesaikan dengan di saksikan para saksi dan pengacara Wid termasuk RA untuk di hadirkan.”

Keputusan itu tepat sekali walaupun nantinya dana itu untuk di serahkan kepada WID yang sekarang ini sangat terluka sejak lama ingin memiliki sebuah rumah, ucap Retno.

Sementara perwakilan keluarga Bunangin melalui puteranya yang sekaligus wartawan sketsindonews menuturkan, dirinya tidak ingin menjual rumah keluarga karena itu historis bagi keluarga kami kedepan, kata Priyo Pandu.

Terkait ada wacana pihak pihak meminta itu lebih baik di jual itu bukan rangka penyelesaikan persoalan yang sudah setuju pihak atas inisiasi Notaris dan perwakilan keluarga terhadap opsi yang kami tawarkan dengan pengembalian dana kepada pihak WID.

Persoalan ini kan sederhana dan jangan dibikin pelik oleh keinginan lain, niat kami keluarga Bunangin akan mengembalikan proses sesuai apa yang telah menjadi rencana pihak PPAT Retno untuk menyelesaikan secara baik dan koperatif, jelas Priyo.

Selanjutnya tanah dan bangunan akan kami pecah dengan di saksikan Sugandi sesuai akta jual beli berikut penyelesaian atas pengembalian sesuai dengan pengetahuan kami serta uang yang sudah dibayarkan ke RA.

Itupun sudah hampir sekitar 9 jutaan sesuai rincian pengembalian kalopun secara rill, kalo pun tidak kami akan fleksibilitas sesuai arahan dari pihak notaris sesuai opsi pertemuan konsultatif kami dengan formulasi awal, jelas Priyo.

nanorame