Molornya Pembangunan Pasar Inpres Serdang Kemayoran Bikin Pedagang Geram.

Jakarta, sketsindinews – Pembangunan Pasar PD Pasar Jaya Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat dengan kasus molor pembangunan menjadi pertanyaan para pedagang pasar terssbut.

Terkait hal itu para pedagang seperti ingin protes kepihak pemerintah DKI Jakarta cq.PD Pasar Jaya dimana sejak di rencanakan sejak tahun 2016 hingga kini tak berujung penyelesaian kapan pasar itu akan dibangun.

Menurut pedagang Ikhsan (34), Ia bersama pedagang kalo seperti ini ingin demo saja terlebih kami harus kemana melakukan klarifikasi kejelasan pasar dinilainya sudah kusam, kumuh dan tak sehat, ucapnya.

Terlebih kecukupan lokasi pasar sudah tidak lagi memadai sehingga kami saling sikut untuk membuka lapak di jalan, karena ada pembiaran oleh pihak – pihak yang tidak bisa menertibkan kawasan pasar lebih tertib.

Munculnya pungli di jalan menjadikan ajang transaksi oleh orang wilayah menjadi pungli dari pemanfaatan harus diikuti pemilik lapak sehingga akses menuju jalan puskesmas serta jalan warga menjadi tertutup oleh para pedagang di Kantor pelayanan publik, ucap Ikhsan.(16/10)

Apa Kata Dewan Kota

Menurut Anggota Dewan Kota Kecamatan Kemayoran Drs.Nasirman Chaniago kepada sketsindonews menyatakan, pihaknya akan mencoba menanyai serta menghubungi kepada pihak PD.Pasar Jaya, apa pasalnya sehingga tidak segera dilakukan rehabilitasi (revitalisai) pasar Inpres Serdang milik PD.Pasar Jaya.

Apakah karena realokasi atau karena faktor lelang yang selama ini menjadi hambatan pihak PD Pasar Jaya.

Menurut kami realokasi itu bisa dilakukan di jalan Inspeksi Kali Item Sentiong (Serdang Baru) yang merupakan akses jalan publik bisa dimatikan, karena tidak menganggu lalin di jalan tersebut karena fungsi jalan bisa dioptimalkan melalui jalan sisi kanan Jalan Sunter Jaya, ungkap Nasirman.

Sambung Nasirman, dampak ini jika tidak segera diantisipasi komunikasi maka akan menjadi kecewakan serta api menyulut lebih meluas serta berdampak kepada pihak pemerintah berserta jajaran di Tingkat wilayah.

Pertemuan dengan perwakilan pedagang harus segera dilakukan atas jawaban pemerintah sehingga menjadi terang menderang atas persoalan pembangunan Pasar yang selama ini terus tertunda, terang Nasirman.

Camat Kemayoran Asep Mulyaman harus menjadi inisiator sebelum isu ini meluas serta melakukan pertemuan dengan para pedagang pasar inpres Serdang. Di kuatirkan mereka menjadi sepihak dengan alasan ini menjadi tanggung jawab Walikota Jakarta Pusat.

Kita sangat memahami persolan pasar merupakan domain PD Pasar Jaya dalam menjalankan program revitalisasi pasar di wilayah DKI Jakarta.

Dampak pembangunan Pasar jika berjalan dalam pembangunan (revitalisasi) merupakan rangkaian penataan kawasan lingkungan sekitar kawasan jalan menjadi lebih steril, rapi tidak terkesan kumuh bisa di hilangkan serta menjadi harapan publik, tutup Nasirman.

nanorame