Home / Artikel / Jadi Muallaf Di Intimidasi, Pembina Majlis Muallaf: Itu Tidak Benar
Sumber: faktamedia.net

Jadi Muallaf Di Intimidasi, Pembina Majlis Muallaf: Itu Tidak Benar

Jakarta, sketsindonews – Pembina Majlis Muallaf, Yaser Bachmid membantah beredarnya isu adanya intimidasi terhadap seseorang bernama Ronald Lambey alias Muhammad Hamzah, setelah dia mejadi mualaf atau pindah agama.

Berikut pernyataan yang diterima redaksi sketsindonews.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (22/3).

“Kepada YTH Bpk/Ibu/Sdr-i sekalian, kami ingin meluruskan berita yang tersebar terkait Ronald Lambey alias Muhammad Hamzah; dimana dia menyatakan bahwa uang tunjangan kinerja daerah (TKD) sebagai PNS di Biro Infrastruktur barang dan jasa (Perlengkapan) Kantor Gubernur Prov. Sulawesi Utara ditahan dan rumah tinggalnya dihancurkan karena dia masuk Islam, serta keadaannya ditekan untuk kembali ke agama sebelumnya, kemudian dia juga menyatakan telah mengislamkan 621org. Dan sekarang dia harus pindah tempat tinggal karena tidak aman. “Pernyataan itu semua tidak benar”.

Alhamdulillah situasi hubungan antar ummat beragama di Sulawesi Utara kondusif. Memang benar ada pengerusakan di rumahnya dan uang TKD tidak dibayar boleh jadi itu juga benar, tapi masalah itu tidak ada hubungannya dengan dia msk Islam.

Jadi kami berharap kepada seluruh pihak untuk hati-hati dan tidak mudah percaya terhadap segala informasi yang diterima.

Ronald Lambey ini sebenarnya orang baik, tetapi dia ini tidak sama dengan muallaf lain yg mudah utk dibina dan diarahkan. Tlg sebarkan pernyataan ini. Trm ks.”

Diketahui, Isu ini bermula saat ada salah satu akun Facebook dengan akun “Ronald Lambey” memposting curhatan atas apa yang dialaminya, bahwa sejak pindah agama, dirinya mendapat berbagai intimidasi bahkan hingga diminta kembali ke agama sebelumnya.

Berikut tulisannya dalam akun tersebut:

Sumber: faktamedia.net

“Assalamualaikum Wr. Wb…

Saya adalah seorang Muallaf asal Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara yang saat ini ditekan habis-habisan oleh para pelaku kejahatan yang memaksakan saya untuk kembali ke agamaku semula. Mereka menghancurkan rumah kediamanku dan menjarah semua barang-barangku dan selain itu juga mereka membakar berbagai Kitab Suci Al-Qur’an dan sampai saat ini pihak hukum tidak pernah memproses masalah saya.

Justru para pelaku kejahatan mereka melapor balik kepada saya dengan alasan telah mencemarkan nama baik mereka di media sosial…. Saya adalah seorang PNS yang bekerja di Kantor Gubernur tepatnya di Biro Infrastruktur Barang dan Jasa justru Uang Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) saya sudah 4 bulan mereka tidak membayar bahkan mereka mengatakan kinerja saya buruk ketika saya masuk Islam sedangkan saya adalah seorang PNS yang rajin masuk apel dan selalu ikut apel pagi.

Mereka menzolimi saya hingga kami sekeluarga mengalami kesulitan keuangan apalagi kami punya bayi kecil. Saya adalah seorang pendakwah yang mengislamisasikan orang 621 orang dan mereka berusaha untuk menyingkirkan saya di lingkungan pekerjaan saya bahkan mereka berusaha untuk memecat saya serta menekan habis-habisan serta membunuh karakter saya. Semua bukti-bukti lengkap ada sama saya dan saudara-saudaraku boleh membuka di youtube ronald lambey masalah penjarahan, penghancuran rumah dan pembakan kitab suci Al-Qur’an….

Saya meminta keadilan dan ingin bertanya kepada saudara-saudaraku seiman mengenai masalah saya ini yang saat ini kami sekeluarga ditekan habis-habisan tanpa mengenal ampun…. Saat ini kami hanya tinggal sementara di rumah orang karena rumah saya telah dihancurkan.

Semoga lewat komentar saya ini mendapatkan jalan keluar dan hukum di negara ini ditegakkan…. Semoga Allah Swt menjaga serta melindungi kita sekalian….. Amin.”

(Redaksi)

Check Also

Bupati Doakan Aktivis Pedemo Pemkab Pamekasan Sehat Lahir Batin

Jakarta, sketsindonews – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memposting status video di akun facebook-nya yang mendoakan …

Watch Dragon ball super