Home / Artikel / MUI Jawa Barat “People Power” Sama Dengan Bughot

MUI Jawa Barat “People Power” Sama Dengan Bughot

Jawa Barat, sketsindonews – Isu mengajak masyarakat untuk People Power dengan mengatas namakan kehendak kedaulatan rakyat Dldari salah satu pasangan calon membuat situasi pasca Pilpres Pileg 2019 terus memanas walaupun kini masuki bulan Ramadhan 1440 H.

Atas situasi ini Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rahmat Syafei menyatakan gerakan people power sama dengan haram jika dilakukan secara inkonstitusional.

“People power kalau inkonstitusional jadi (dalam istilah islam) termasuk bughot. Bughot itu adalah cara menggulingkan pemerintahan yang sah. Bughot itu dilarang dan harus diperangi. Bughot itu adalah haram£” terang Rahmat di Bandung, Rabu (15/5) seperti dilansir Antara.

Rahmat, mengimbau kepada seluruh ulama agar tidak turut melakukan provokasi kepada masyarakat yang bersifat ujaran kebencian terhadap pelaksanaan Pemilu 2019.

“MUI sifatnya mengimbau, mengingatkan habib, ulama, semuanya. Jadi jangan terprovokasi*,” lanjut Rahmat.

Ia pun menambahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini sedang melaksanakan proses rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 agar tidak diganggu. Jika ditemukan pelanggaran atau kecurangan dalam pemilu, kata dia, laporkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) .

“Tidak usah disampaikan di jalanan, langsung sampaikan secara proporsional,” pesan Rahmat.

Ia juga melihat saat ini sejumlah temuan pelanggaran masih dalam proses penyelesaian oleh Bawaslu. Dengan demikian, sambung Rahmat, masyarakat diminta mempercayai Bawaslu untuk menindak pelanggaran yang ada.

“Bawaslu itu mendengar, adapun penyelesaiannya ini secara bertahap. Atau barangkali buktinya tidak ada, sehingga tentu agak kesulitan kalau buktinya tidak ada,” jelasnya

Sementara itu, Sekretaris MUI Jabar Rafani Akhyar merasa prihatin terhadap polarisasi yang terjadi di masyarakat terkait pemilu, karena hal tersebut bisa mengancam kebersamaan persaudaraan.

” Jadi umat terbagi dua, ini kalau dibiarkan menjadi sangat mengkhawatirkan,” kata Rafani.

Atas dasar itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama untuk kembali bersatu menjaga kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

” Mar kita rajut kembali ukhuwah, persaudaraan baik ukhuwah islamiyah, insaniyah, dan watoniah untuk menjaga kondusifitas stabilitas keutuhan negara,” ucap Rafani.

nanorame

Check Also

Sebanyak 533 Taruna Akmil Kunjungi Mueum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Yogyakarta, sketsindonews – Sebanyak 533 taruna tingkat 1 dan IV Akademi Militer, Minggu (26/5) mengunjungi …

Watch Dragon ball super