Home / Berita / MUI, JIC, DMI Provinsi DKI Jakarta Gelar Kaligrafi Kontemporer Tingkat ASEAN

MUI, JIC, DMI Provinsi DKI Jakarta Gelar Kaligrafi Kontemporer Tingkat ASEAN

Jakarta, sketsindonews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta akan menggelar “ ASEAN Contemporary Islamic Calligraphy Art Virtual Exhibition“ pada hari Ahad 11 April 2021 dan bekerjasama dengan Islamic Art Exhibition (IAE) selain di dukung oleh Jakarta Islamic Centre (JIC) dan Dewan Masjid Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Islamic Calligraphy Art bertemakan “Colour Changes The World” dengan menggusung isu penting bagaimana warna dunia ini seharusnya menjadi warna kehidupan yang indah, menyenangkan, membahagiakan dan mensejahterakan. Di tengah pandemic yang masih belum reda, tatanan budaya kehidupan menjadi warna yang suram, hadir rasa takut, kecemasan, ketidakpastian, saling mencurigai, saling menghindar menjaga jarak, sesuatu yang sebelumnya dekat menjadi terasa jauh teraduk dalam pameran.

“Salah satu upaya Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta adalah menghadirkan warna baru melalui syiar dakwah Islam melalui karya seni kaligrafi kontemporer. Dengan agama hidup jadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah. Inilah salah satu peran bidang pembinaan seni budaya Islam Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta,” ucap KH. Munahar Muchtar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta, dalam rilisnya kepada sketsindonews.com, Rabu (7/4/21).

Pameran virtual kaligrafi kontemporer tingkat ASEAN ini menghadirkan para maestro dan seniman kaligrafer Indonesia sebanyak 70 seniman, dikuti negara jiran Malaysia 14 seniman, Brunei Darussalam 4 seniman dan Singapore 4 Seniman.

Deretan Maestro kaligrafer Indonesia lintas usia diantaranya M. Arif Syukur sekaligus Direktur Islamic Art Exhibition, AD Pirous, DR. KH. Didin Sirojuddin AR, Syaiful Adnan, Handono Hadi, Badrus Zaman Prof. Tulus Warsito, Fadjar Sutardi, Derry Sulaiman, Ilham Khoiri, Agus Baqul, Sholeh Ahmad, Suharno El faiz, Khoirunnisa Affandi, Prof. Madya Nor Azlin Hamidon dari Malaysia dan yang lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyeksi pengembangan menjadikan Jakarta Sebagai Pusat Seni Kaligrafi Islam di Indonesia dan Dunia. Bukan pada proses pembelajarannya, tapi pada nilai bisnis kreatifitas seni kaligrafi Islam, semua ini searah dan sebangun dengan pengembangan Ekonomi Kreatif.

“Kalau Jogja menjadi kiblat seniman lukis umum, Bandung menjadi kiblat dalam teknologi desain, maka Jakarta harus mengambil peran sebagai tempat transaksi seni kaligrafi Islam, ” pungkas Muchtar.

Sebagaimana yang disampaikan M. Arif Syukur selaku Direktur Islamic Art Exhibition dalam pembukaan pameran virtual kaligrafi kontemporer tingkat ASEAN ini insyaAllah akan menghadirkan Sambutan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Hj. Fahira Idris dan AD Pirous selaku lokomotif lajunya kaligrafi Islam di Indonesia.

(Nanorame)

Check Also

Profesor Huzaimah Wafat, Indonesia Kehilangan Ulama Perempuan Kaliber Internasional

Jakarta, sketsindonews – Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Dr. Huzaimah Tahido Yanggo meninggal …

Watch Dragon ball super