Home / Berita / Nite Market OKE Kemayoran Mohon Pemko Jakarta Pusat dan PPKK Carikan Solusi Tepat

Nite Market OKE Kemayoran Mohon Pemko Jakarta Pusat dan PPKK Carikan Solusi Tepat

Jakarta, sketsindonews – Keberadaan realokasi pasar rakyat Kemayoran di samping MGK Glodok timbulkan keluhan beberapa pedagang tidak adanya pembeli saat Ramadhan, dimana di harapakan menjadi bulan berkah dalam kondisi pandemi ekonomi kreatif untuk bangkit dimana selama pandemi kegiatan pasar rakyat mati suri.

Halimah (34) pedagang baju mengatakan, pemindahan ini oleh pihak PPKK (Sekertariat Negara) dikawasan baru (MGK Glodok) sungguh menjadi beban karena biaya operasional selama ini cukup tinggi sedangkan daya beli masyarakat sangat rendah bahkan belum mengetahui kawasan baru ini seperti di Kawasan Masjid Akbar seperti diharapkan para pedagang.

“Kebijakan pemindahan ini tidak responsif dalam memicu gairah ekonomi nite market bagi pedagang kecil (UMKM) untuk dapat berharap banyak, kecuali pemerintah kota bersama PPKK untuk nantinya kembali memberikan waktu sisa 15 hari untuk bisa mencari solusi tepat dalam mengejar beban kami,” ujarnya, Selasa (20/4/21).

“Hari ini saja kami belum laku, tapi kami meyakini bila pemindahan lokasi ini ke kawasan Masjid Akbar dengan aturan protap kesehatan ketat setidaknya beban kami untuk akhir Ramadhan bisa menjadikan hasil lumayan untuk berlangsungnya ketahanan ekonomi,” tandasnya.

Sementara Asdin Korlap Pasar Rakyat OKE Kemayoran berharap ada solusi pertimbangan lain mengingat keluhan semua pihak atau setidaknya PPKK bisa melakukan kebijakan pemindahan baik di damping Apartemen Puri atau Kembali di Kawasan Masjid Akbar yang sudah publik mengetahui.

2 pilihan lokasi ini karena kawasan itu merupakan lintasan ramai setidaknya warga untuk kelas menengah kebawah bisa berbelanja alternatif dalam kondisi saat ini tekanan ekonomi ditengah pandemi pedagang dan masyarakat bisa memenuhi Ramadhan tahun ini menjadi lebih berkah.

Tambah Asdin, dampak pasar rakyat terhadap lokasi merupakan kewenangan PPKK dan Pemko Jakarta Pusat (Walikota) setidaknya harus paham bahwa membangun ketahanan ekonomi keluarga setidaknya menjadi pertimbangan krusial dari kondisi saat ini untuk tidak kaku walau kita mengetahui pandemi belum selesai walaupun saat ini DKI telah signifikan dalam penurunan angka positif covid.

“Kami ini pelaksana tetap menjaga aturan seperti pasar lain selama ini buka seperti pasar Jiung yang terkondisi sama tapi bisa menjadi kegiatan pembatasan ekonomi terus berjalan,” ujarnya.

Mengapa kami tidak bisa sesuai harapan seperti mereka dalam ketentuan aturan. PPKK dan Walikota Jakarta Pusat jangan “frigid” atau was – was berlebihan pasca Ramadhan atau pasca Idul Fitri 1443 H cluster hasil pasar rakyat menjadi ancaman.

“Selama ini kita ketat aturan 5 M ( masker, cuci tangan, menghindari kerumunan serta mobilitas) tetap menjadi batasan untuk kami berlakukan sesuai harapan pemerintah,” tandasnya.

(Nanorame)

Check Also

Tegur Orang Mabuk, Beberapa Petugas PJLP UPK Badan Air Babak Belur

Jakarta, sketsindonews – Beberapa petugas Keamanan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) UPK Badan Air …

Watch Dragon ball super