Home / Artikel / NSEAS : Kejahatan Korporasi Reklamasi Teluk Jakarta

NSEAS : Kejahatan Korporasi Reklamasi Teluk Jakarta

Jakarta, sketsindonews – Diskusi publik yang diselenggarakan oleh NSEAS ( Network for South East Asian Studies) di Hotel Alia Room Anggrek Cikini Jakarta Pusat di hadiri para penggiat aktivis serta akademisi yang bertemakan “Menyoal Kejahatan Korporasi Terhadap Reklamasi Teluk Jakarta”. (14/12)

Dalam diskusi publik hadir selaku pembicara utama DR. Sri Bintang Pamungkas (Ahli Manajemen dan Evaluasi Industri), Amir Hamzah (Pakar Kebijakan Publik dan Pemerintahan), Elvan Gomes, SH, MH (Advokat Senior dan Ahli Hukum Pertanahan), Muchtar Effendi HARAHAP (Peneliti Politik/Pemerintahan), DR. Syahganda Nainggolan (Presidium KAKI, Ir. Ahmad Nur Hidayat, MM. (Kordinator Forum Solidaritas Alumni UI) dengan moderator Ramli Kamidin (Aktivis Alumni UI)

Diketahui saat kampanye Pilgub DKI 2017, Pasangan Anies Baswedan dan Sandiago Uno gencar jual janji dan program. Salah satu janji sangat didukung segmen Pemilih Anies-Sandi yaitu jika terpilih sebagai Gubernur DKI, akan menghentikan semua Pembangunan pulau palsu/Reklamasi.

Beragam alasan diajukan antara lain:

1. Proyek Reklamasi hanya menguntungkan pihak tertentu.

2. Proyek Reklamasi menyalahi hukum serta merusak lingkungan.

3. Proyek Reklamasi menciptakan ketidakadilan karena reklamasi menyebabkan rusaknya ekosistem berujung pada menurunnya pendapatan para nelayan.

4. Tidak ingin warga dimiskinkan lewat kebijakan pemerintah pelan-pelan, akhirnya para nelayan tersingkirkan sendiri karena tidak dapat hidup di DKI Jakarta.

Di kalangan publik, gelombang anti reklamasi teluk Jakarta, bukan saja muncul dari Masyarakat di sekItar Teluk Jakarta atau Jakarta Utara, tetapi juga dari tokoh dan aktivis sosial tingkat nasional.

Salah satu kelompok anti reklamasi dimaksud terdapat pd acara diskusi Publik “Setop Reklamasi Teluk Jakarta “, 2 Nopember 2017, di Gedung DPR, Jakarta. Sejumlah Narasumber dari beragam keahlian tampil, yakni Amien Rais, Sri Bintang Pamungkas, Muslim Muin, Margarito Kemis, Marwan Batubara, Hanafi Rais, Sudirman Said, Martin Hadiwinata, ujar sumber NSEAS.(14/12)

Mereka sepakat, seluruh proyek pembangunan pulau palsu/reklamasi itu harus dihentikan. Tidak ada kompromi sebagai misal, pulau sudah terbangun bangunan perumahan tetap dilanjutkan. Bahkan, sebagaimana Amien Rais tegaskan, agar pejabat negara menyalahgunakan kekuasaan (abuse of power) di balik reklamasi untuk diseret ke pengadilan.

Kelompok berikutnya anti reklamasi yakni kalangan alumni Perguruan TINGGI seperti Alumni ITB, UI, IPB, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana, semua menyeru untuk menolak Proyek Reklamasi Teluk Jakarta.

Selanjutnya Masyarakat Pantai Utara Jakarta menuntut dibatalkannya Proyek Reklamasi lewat berbagai forum, termasuk PTUN.

Tetapi, setelah terpilih, muncul keraguan dan Inkonsistensi Anies untuk melaksanakan janji penghentian Pembangunan Pulau Palsu itu. Bahkan , ada pihak di luar Pemerintahan Provinsi DKI menjadi Patron Anies menentukan Kebijakan penanganan reklamasi.

Mengapa JK Mendukung

Pada 3 November 2017, JK (Jusuf Kalla) memastikan bahwa Pemerintah akan melanjutkan kembali proyek reklamasi Teluk Jakarta. Meskipun, kelanjutan proyek itu hanya untuk menyelesaikan Pulau palsu telanjur dibangun, yakni Pulau C dan D.

JK juga mengatakan. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies -Sandiaga telah menyetujui hal tersebut.

Pihak yang mampu mempengaruhi Anies dalam pengambilan keputusan soal reklamasi hanyalah JK.

Jika JK sudah memutuskan pulau palsu dalam konstruksi harus diteruskan. Maka, dapat dipastikan Anies tidak mungkin menolak kemaun JK sebagai Patron. Padahal, menghentikan reklamasi adalah bagian dari janji kampanye Anies saat Pilgub DKI 2017 silam, ujar sumber NSEAS.

reporter : nanorame

Check Also

Fokus Bangun Ekonomi Kerakyatan, Milasari Siap Tingkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Jateng, sketsindonews – Caleg DPR RI No. Urut 1 Dapil 6 Jateng dari Partai Berkarya …

Watch Dragon ball super