Home / Apa Kata Mereka / Nurul Hadi Tak Merasa Rugi Bayar Iuran JKN – KIS

Nurul Hadi Tak Merasa Rugi Bayar Iuran JKN – KIS

Jakarta, sketsindonews – Ungkapan Nurul Hadi (26) pekerja penerima PPU di Jakarta Barat, apa katanya ,”Masyarakat kita masih belum terlalu peduli dan pemahamannya masih rendah mengenai konsep dan pentingnya asuransi sebagai perlindungan diri dan keluarga.

Saya selama ini Alhamdulillah selalu sehat dan tidak pernah menggunakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Saya lebih memilih untuk selalu membayar iuran dengan rutin dan tidak menggunakannya daripada saya harus menggunakan iuran orang lain untuk mengobati penyakit saya.” (18/4)

Dalam pengalamannya Hadi menjelaskan Is menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2017.

Dirinya bekerja di salah satu perusahaan di DKI Jakarta. Hadi, panggilan akrabnya, pada mulanya tidak didaftarkan perusahaan karena dirinya masih bingung untuk memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pada saat itu Hadi masih sering bolak balik bekerja antara Bandung dan Jakarta.

“Saya sudah didaftarkaan sejak tahun 2016 pada saat mulai bekerja di perusahaan, namun ketika suatu hari, saya mencoba membandingkan gaji saya dan teman, ternyata pemotongan gaji tidak sama dan saya baru tahu kalau saya belum terdaftar.

Akhirnya, saya melaporkan hal ini kepada HRD dan tidak lama didaftarkan menjadi peserta Program JKN-KIS,” ujar Hadi mengawali ceritanya.

Hadi menegaskan bahwa dirinya tahu jika Program JKN-KIS merupakan program yang wajib untuk diikuti oleh masyarakat.

Namun, selain merupakan wajib, Program JKN-KIS merupakan suatu perlindungan kesehatan yang penting untuk dimiliki.

“Saya pada saat belum didaftarkan memang tidak dipotong gaji oleh perusahaan. Namun, jika tidak didaftarkan oleh perusahaan, saya takut jika sakit atau kenapa-kenapa saya tidak memiliki perlindungan atau jaminan kesehatan,” lanjut Hadi.

Hadi tidak merasa rugi dan rela dipotong gajinya untuk membayar iuran Program JKN-KIS tiap bulannya selama kurang lebih dua tahun ini.

Hadi beranggapan Program JKN-KIS merupakan salah satu kebutuhan wajib, maka wajar jika harus membayar iuran walau tidak pernah digunakan.

“Soalnya kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan jatuh sakit. Jumlah iurannya pun tidak seberapalah. Hitung-hitung nabung. Dengan program ini kita saling membantu orang lain yang membutuhkan”.

Saya bersyukur tidak menggunakan program ini. Lebih baik buat orang lain daripada orang lain mengeluarkan uang buat saya,” ungkapnya.

nanorame

Check Also

Sebanyak 533 Taruna Akmil Kunjungi Mueum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Yogyakarta, sketsindonews – Sebanyak 533 taruna tingkat 1 dan IV Akademi Militer, Minggu (26/5) mengunjungi …

Watch Dragon ball super