Pakar Pidana Apresiasi Langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin

Cianjur, sketsindonews – Abdul Fickar Hadjar pakar pidana Universitas Trisakti mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin yang akan menindak dua pimpinan keatas pelaku.

“Ya semestinya begitu, karena atasan adalah pengawas langsung dari bawahannya. Apalagi ini aparat penegak hukum yang justru seharusnya lebih dapat menjadi contoh kepatuhan bagi masyarakat,” katanya saat dihubungi sketsindonews, Rabu (4/12/19) pagi.

Ironisnya kata Fickar, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Warih Sadono merupakan mantan Deputi Penindakan KPK. “Yang ironisnya, Warih itu mantan Deputi Penindakan KPK,” tandasnya.

Seperti sudah diketahui tertangkapnnya jaksa di Kejati DKI adalah yang kali kedua. Pertama tertangkapnya Jaksa Yuniar Sinar Pamungkas dan Yadi Herdianto dicokok anggota KPK pada Jumat (28/6/2019) silam.

Tak lama berselang, anggota KPK berhasil meringkus Jaksa Agus Winoto yang kala itu menjabat selaku Asisten Pidana Umum (Aspidum) DKI.

Dalam operasi senyap itu tim KPK mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 200 juta dari tangan Jaksa Yadi dan uang SGD 20.874 serta USD 700 dari tangan Jaksa Yuniar.

Teranyar Jaksa Yuniar Reza Muhammad dan Jaksa Firsto Yan Presanto. Kedua jaksa tersebut menjabat sebagi Kasie Penyidikan Pidsus Kejati DKI dan Kasubsi Tipikor dan TPPU Kejati DKI.

Yuniar Reza dan Firsto Yan merupakan bawahan dari Asisten tindak Pidan Korupsi (Aspidsus) Kejati DKI, Siswanto.

(Sofyan Hadi)