Panel Listrik Illegal Bikin PKL Jiung Sulit di Tumpas, Siapa Bermain …..

Jakarta, sketsindonews – Ternyata PKL Jiung Kemayoran Gempol terbangun secara sistematis dengan berbagai fasilitas penerangan yang di miliki justru menjadi pertanyaan, siapa bermain sehingga ada panel listrik bawah tanah di bantaran kali serta penerangan lain dengan puluhan meter menjuntai sisi kiri dan kanan.

Siapa melegalkan Listrik , Apakah pihak PLN sendiri yang memasang panel di bantaran kali (sheet pile) dan bawah tanah, ataukah mereka bekerja sama dengan para oknum pengelola dengan sengaja memasang kabel bersama komunitas pedagang jalanan menjadikan itu sulit diberantas pihak pemerintah hingga saat ini.

Kawasan jalan Bendungan Jago Kemayoran merupakan milik pemda DKI dengan berapa kali diperbaiki tapi warga pecinta jalan tak bisa menikmati karena jalan itu ditutup sore hingga pagi dinihari selain fasilitas penerangan tak pernah di putus pihak aparat.


Panel listrik illegal bikin PKL Jiung Sulit ditumpas

Selain pula terlihat JPO dipenuhi pedagang hingga potnisasi yang terpasang hingga pecah pedagang pun tak peduli oleh upaya pemerintah melakukan penghijauan kawasan jalan Bendungan Jago.

Menurut sumber PPKK yang diterima sketsindonews mengatakan, kenapa PKL Jiung Kemayoran Gempol tak bisa ditumpas ada beberapa warga kawasan itu yang belum dibebaskan dan menjadi program kawasan itu untuk ditata ulang, pungkasnya.(15/9)

Kedua, suplai penerangan bukan menjadi kewenangan kami karena listrik bisa muncul bisa saja dari lingkungan warga dengan bantuan pihak – pihak lain.

Selain itu ada juga lahan yang sudah dibebaskan kembali dibangun sehingga menjadikan kawasan ini sulit di tata termasuk penutupan saluran utama jalan Bendungan Jago belum di normalisasi.

Kami hanya pengelola asset lahan, sementara bicara warga pemerintah DKI sementara jalan publik juga milik pemda DKI dengan harapan penataan kawasan publik perlunya sinersigitas secara baik termasuk urusan PKL jalanan.

Sementara warga lintas Hermawan (45) mengaku kecewa berat, lantaran Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK) Sekneg RI dan Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Pusat maupun aparat Kecamatan dan Kelurahan setempat melakukan pembiaran hingga hampir 20 tahun tak pernah selesai.

Warga lintas merasa sudah dirampas hak dengan menutup jalan sehingga banyak kendaraan akhirnya melakukan lawan arah karena jalan itu telah menjadi mall jalanan oleh dukungan warga lingkungan.

Lihat saja bahu jalan di kawasan Kemayoran Gempol sudah tidak bisa dilewati karena ratusan lapak pedagang menggelar dagangan semaunya hingga memenuhi bahu jalan,” dengan nada kesal. (15/09)

Pemerintah seharusnya serius untuk membuka akses jalan dengan berbagai upaya selain pihak PLN jangan tutup mata selain pendestrian pinggiran kali penghijauan rusak oleh prilaku PKL Jiung Kemayoran yang tak bertanggung jawab.

“Bandingkan dengan sisi pinggiran kali lainnya terlihat sangat indah dan hijau karena bisa di sterilkan oleh vandalisme PKL”.

Sementara tingkat kepedulian warga sekitar hasil hidupnya dari pungutan jual lapak, sewa listerik illegal serta parkir liar selain tumbuhnya warga liar mendirikan kembali bangunan liar selain pengawasan PPKK sangat lemah untuk mendata kembali rumah yang sudah dibebaskan.

nanorame