Home / Berita / Hah…Para Instruktur Penerbang Dikejar-Kejar, Ditangkap, Selanjutnya Diguyur Air
Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM, beserta Ketua PIA AG Cabang 2/ Gab. II. Ny. Novan Syamyoga, saat membalut kapas, pada acara tradisi siswa Sekbang PSDP

Hah…Para Instruktur Penerbang Dikejar-Kejar, Ditangkap, Selanjutnya Diguyur Air

Yogyakarta, sketsindonews – Ada hal menarik ketika acara upacara Tradisi Terbang Solo Pertama dan Terakhir bagi para siswa Sekbang PSDP Angkatan-94 yang berlangsung di Shelter Grob Skadik 101 Lanud Adisutjipto, Selasa (25/7).

Guyuran air merupakan bagian dari rangkaian materi acara tersebut yang sebelumnya ditandai dengan pemotongan rambut, pembalutan kapas, dan pemecahan telur di atas kepala oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Ir. Novyan Samyoga, MM.

Sudah menjadi tradisi disaat penyiraman air kepada para Siswa Sekbang, Danlanud ikut ambil bagian dalam guyuran air, tentu hal ini secara otomatis menjadi pertanda bahwa para Instruktur Penerbang dan Pejabat lainnya akan ikut hal yang sama.

Dalam suasana yang semakin asyik dan ramai penuh canda, para siswa dengan paksa meminta para Instruktur untuk ikut disiram air, bahkan terjadi kejar-kejaran hingga para Instruktur lari tunggang langgang hanya karena menghindar untuk tidak diguyur agar tidak basah.

Namun hal itu tidak bisa dihindari, sehingga yang pada akhirnya semua Instruktur dan Pejabat basah juga.

Komandan Lanud Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Ir, Novyan Samyoga, MM memimpin secara langsung jalanya Upacara Tradisi tersebut, selain memberikan ucapan selamat kepada para siswa, Danlanud menyampaikan bahwa kemampuan terbang tidak bisa ditawar-tawar.

“Toleransi sekecil apapun terhadap kekurangmampuan dari setiap siswa, mengandung resiko potensi yang membahayakan, tidak saja bagi diri calon penerbang itu sendiri, namun juga bagi orang lain dan alutsista yang digunakannya,” tegasnya.

Dengan kriteria demikian, secara jelas tersurat bahwa Sekbang Lanud Adisutjipto, tidak akan mengambil resiko yang mungkin dapat terjadi akibat dari kekurangmampuan para siswa.

Beliau berharap para siswa terus semangat belajar dengan lebih tekun  dan lebih mengedepankan konsentrasi pada setiap latihan terbang selanjutnya.

“Hayati terus airmanship dan tanamkan disiplin diri dalam setiap sikap dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, karena kebiasaan demikian akan berpengaruh terhadap keberhasilan kalian menjadi penerbang. Ingat, bahwa mentalitas seorang penerbang militer adalah disiplin, ketelitian, akurasi dan penuh tanggung jawab. Kesemuanya bertujuan agar kalian senantiasa aman dan selamat dalam menjalankan tugas.  Sehingga dapat selalu sukses dalam meniti karier selanjutnya,” ujarnya.

Sementara Danskadik 101 Letkol Pnb. Humaidi Syarif Romas, MMOAS bahwa sebanyak 16 siswa mendapatkan kenaikan pangkat dari kopral siswa menjadi Sersan Siswa. Dengan Upacara Tradisi Terbang Solo ini menandai berakhirnya latihan terbang latih dasar dengan pesawat latih jenis TP 120 Grob, yang selanjutnya akan melaksanakan latihan terbang aeros dengan pesawat yang sama.

Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa sekbang, Instruktur Penerbang serta ground Crew dihadiri oleh Komandan Wing Dik Terbang Lanud Adisutjipto, para Kadis dan Para Komandan Satuan, Komandan Sekolah PSDP, juga Ketua PIA AG Cabang 2 / Gab II Ny. Novyan Syamyoga beserta Staf.

(Red)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super