Home / Artikel / Pasca Lebaran : Operasi Biduk Prioritaskan Kawasan Padat dan Bisnis

Pasca Lebaran : Operasi Biduk Prioritaskan Kawasan Padat dan Bisnis

Jakarta, sketsindonews – Permerintah Provinsi DKI Jakarta pasca Idul Fitri 1439 H siap berancang antisipasi mobilisasi penduduk masuk Jakarta secara illegal tanpa dibekali administratif dan skill.

Tradisi pulang mudik bagi penduduk daerah yang bekerja di Jakarta saat pulang kampung akan membawa cerita bagi pemudik untuk mengajak saudara mengadu nasib di Jakarta menjadi pilihan mengadu nasib.

Dalam antisipasi penduduk daerah masuk Jakarta Suku Dinas Kependudukan (Sudin Dukcapil) Jakarta Pusat, dalam waktu dekat akan menggelar operasi Bina Kependudukan (Biduk) di delapan Kecamatan wilayah Jakarta Pusat.

Hal ini dilakukan, guna pendataan dan mengantisipasi pertambahan penduduk pasca Lebaran, ujar Kasudin Dukcapil Jakarta Pusat Remon Masadian dikantornya.

Yah rencananya operasi Biduk akan di gelar dua minggu usai lebaran dan akan di lakukan mulai bulan Juni ini hingga November mendatang.(21/6)

“Operasi ini, bertujuan untuk mendata warga pendatang luar Jakarta, sebab biasanya usai lebaran warga pendatang banyak yang ke Jakarta mencari pekerjaan dan ada juga warga yang pulang kampung membawa saudaranya mencari pekerjaan tapi belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.

“Ini sangat ironis oleh karena itu perlu dilakukan penertiban administrasi kependudukan dengan pendataan terhadap warga pendatang, ”

Apalagi berkaitan dengan dua event Nasional pertama pendataan pemilu yang masuk DPS selain Jakarta mengjadapi Asian Games sehingga validasi kependudukan perlu kita catat secara akurat, baik warga nomadis dan warga Asing, pungkas Remon.

Ditambahkan, Dukcapil tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2013 tentang pendaftaran catatan sipil serta Peraturan Gubernur (Pergub) 93 tahun 2012 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan catatan sipil.

Oleh karena itu, kata dia, disarankan bagi warga pendatang yang akan mencari pekerjaan di Jakarta supaya mempersiapkan surat pindah dari daerah asal ke Jakarta dan didaftarkan melalui surat pengantar dari RT/RW untuk pembuatan KTP DKI Jakarta.

Lebih lanjut ia menjelaskan,
jika warga tidak melengkapi surat kepindahannya, dan terjaring operasi Biduk, akan dibuatkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) yang berlaku hanya satu tahun dan harus diperbaharui.

Sesuai dengan data kependudukan bagi pendatang baru lebih banyak di wilayah Kecamatan Tanah Abang, Kemayoran dan Kecamatan Senen.

Kita ketahui tiga kecamatan ini merupakan zona bisnis untuk mencari pekerjaan bagi warga pendatang selain penduduk padat juga perlu pengontrolan yang akurat, jelas Remon.

reporter : nanorame

 

Check Also

Anies Baswedan Akan Tinjau Kampung Warna Warni, Sekaligus Penandatangan Kerjasama Pemrov DKI Dengan Dulux Paint

Jakarta, sketsindonews – Persiapan kampung dalam ramgka sukses Asian Games terus di lakukan 2 Kelurahan …

Watch Dragon ball super