Home / Profile / Pasukan Garuda dari Lanud Adisutjipto di UNMISS
Mayor Kal Yudha Siswahyudi, ST. selalu ceria bersama team LO NJOC setelah menghadiri Joint Military Cea

Pasukan Garuda dari Lanud Adisutjipto di UNMISS

Yogyakarta, sketsindonews – Mayor Kal Yudha Siswahyudi, S.T. anggota Lanud Adisutjipto, merupakan salah satu dari prajurit TNI AU yang ditugaskan di United Mission in South Sudan (UNMISS).

Perwira alumnus AAU tahun 2004 sebelum bergabung dengan pasukan perdamaian PBB harus melalui beberapa seleksi yang di laksanakan di Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) di Sentul Bogor.

Seluruh prajurit TNI yang terpanggil dari 3 matra melaksanakan seleksi dari tes psikologi, kesehatan umum, kesehatan jiwa, semapta, materi komputer dan test kemampuan bahasa Inggris, setelah dinyatakan lulus baru mengikuti Pree Deployment Training (PDT) sebagai pembekalan sebelum memasuki daerah misi operasi.

Anak dari Peltu (purn) Bayudi dan Siswanti Ribuni, S.Pd ini memang dari kecil sudah bercita-cita sebagai prajurit TNI, mendapatkan penugasan kedaerah operasi merupakan kebanggaan bagi dirinya.

Pria kelahiran Bantul, 21 Mei 1983 ini ditempatkan di kota Juba sebagai Military Staff Officer tepatnya sebagai Whatckeeper yang bertugas di Staff U3 atau Operasi.

Dia bertugas sebagai Liaison Officer di National Joint Operation Center (NJOC) yaitu perwira penghubung dari UNMISS dengan pemerintah dan pihak oposisi.

Penugasan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan damai antara pemerintah dan pihak oposisi guna memudahkan koordinasi dan penanganan pasca konflik sehingga didirikannya NJOC yang terdiri dari seluruh komponen bersenjata yang ada di Republik Sudan Selatan.

Suami dari Silviana Dewi Setyasari, S.E serta ayah dari Nabila Najmi Zahiroh dan Jauza Kamiliya ini direncanakan bertugas di UNMISS selama satu tahun. Tentunya jauh dari keluarga merupakan suatu hal yang sudah biasa bagi prajurit TNI dalam penugas misi.

Untuk menghilangkan rasa rindu terhadap keluarga sarana komunikasi dan jaringan internet adalah suatu yang sangat dinantikan.

Namun yang menjadi kendala adalah koneksi di daerah misi tidak sebaik di Indonesia jadi terkadang harus tepat memilih waktunya dan tempat tempat tertentu yang mendapatkan koneksi yang bagus. Untungnya disana juga ada beberapa orang Indonesia yang berada di UNMISS sehingga dapat mengurangi rasa rindu kepada keluarga di Indonesia

Sampai saat ini baru 5 personel TNI dan 10 personel POLRI yang bergabung di UNMISS, diharapkan kedepan ada Batalyon TNI dan FPU POLRI bisa bergabung dalam misi PBB di Republic of South Sudan ini.

Selama berada di UNMISS sangat banyak hal yang dapat diambil hikmahnya, bahwa kondisi pertikaian dan perang tidak akan ada pihak yang diuntungkan. Infrastruktur banyak yang hancur, anak-anak tidak dapat sekolah dengan baik bahkan untuk mendapatkan kebutuhan hidup dasar saja sangat sulit.

Tentunya untuk memenuhinya hanya dengan mengandalkan bantuan dari PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya. Sangat bersyukur sekali kita tinggal dan hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan tentram, jangan sampai kita mau untuk diadu domba yang menyababkan terjadinya konflik bersenjata dan akhirnya terjadi perpecahan di negara kita.

Tidak ada pihak yang menang dalam sebuah perang saudara yang ada hanyalah kehancuran dan kerugian bagi warga dan rakyat negara tersebut.

TNI akan selalu menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. NKRI Harga Mati.

(Amin)

Check Also

Seiring Dengan Nafas Reuni, Kharisma ’98 Kembali Ber-Empati ke Yayasan Yatim Piatu 

Jakarta, sketsindonews – Kharisma ’98 terus berupaya menjalin kebersamaan dan menjalin silaturahim antar sesama yang …

Watch Dragon ball super