PB Djarum Diakui Kiprahnya, Anang: Pemerintah Bukan Justru Terlibat Polemik

Jakarta, sketsindonews – Polemik pemberhentian audisi umum PB Djarum akibat dugaan Eksploitasi Anak dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus bergulir.

Respons atas polemik PB Djarum dalam audisi bulutangkis bagi anak-anak di masyarakat juga berbeda atau terbelah pada dua arus #KamiBersamaKPAI dan #BubarkanKPAI.

Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah mengatakan jika semua pihak menaati aturan main yang berlaku baik bagi swasta maupun negara, seharusnya polemik seperti ini tak perlu muncul ke publik.

Menurut Anang, polemik ini sebenarnya secara tidak langsung juga sebagai kritik terhadap lembaga-lembaga formal negara dalam urusan pembinaan olahraga yang tidak berdaya dalam melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga di Indonesia.

“Peran PB Djarum yang secara faktual telah diakui kiprahnya dalam pembinaan atlit bulutangkis di Indonesia. Namun, sebagai korporasi partikelir, dapat dimaklumi bila dalam dukungannya di ranah sosial, tetap menyelipkan pesan komersil dalam setiap kegiatan. Namanya juga swasta,” ujar Anang kepada sketsindonews.com, Selasa (10/9/19)

“Begitu juga dapat dipahami sikap KPAI yang secara kritis melihat penggunaan atribut merek rokok dibaca secara kritis sebagai eksploitasi terhadap anak-anak,” tambahnya.

Untuk itu, musisi asal Jember ini berharap Pemerintah semesti dapat turut andil memadamkan polemik ini di tengah masyarakat. “Bukan justru terlibat dalam polemik ini,” tegasnya.

Pesan penting dari polemik ini, lanjut Anang adalah politik anggaran pemerintah dalam pembinaan cabang olahraga harus mendapat dukungan nyata, yang utama, profesionalitas organisasi asosiasi olahraga tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Jika tidak, jangan salahkan swasta turut andil dalam pembinaan olahraga sembari promosi produknya,” pungkasnya.

(Eky)