Back

Media Terpercaya

Pegiat Seni di Pamekasan Protes Fatwa Maksiat Catut Tokoh Pantura

Pamekasan, sketsindonews – Sekelompok pegiat seni di wilayah pantai utara Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memprotes surat edaran tentang hiburan orkes dan ketoprak yang difatwakan tidak sesuai syariat agama.

“Karena melihat dari sisi kultur masyarakat desa, di sini desa banyak dihuni oleh berbagai macam profesi dan golongan usia. Kalau dihalangi, jelas ini sudah melanggar kebebasan berekspresi,” kata pegiat seni Syamsul Arifin dalam keterangannya, Kamis (24/9/20).

Menurutnya, apabila ada kelompok yang keberatan dengan pertunjukan hiburan tersebut, sudi kiranya siapa pun menarik diri untuk tidak menonton. Sebab sebuah pertunjukan tentu tidak dikhususkan untuk satu golongan atau golongan tertentu.

Pasalnya, salah satu organisasi masyarakat di Kabupaten Pamekasan, menyebarkan surat edaran bahwa pertunjukan orkes dan ketoprak menentang syariat. Pernyataan tersebut ditujukan setelah ada hiburan di Desa Batukerbuy dan Tlontoraja, Kecamatan Pasean.

Bahkan ormas ini mencatut tanda tangan tokoh pantura sebagai dukungan moril. Padahal informasi yang berkembang, tokoh masyarakat yang dimintai tanda tangan, tidak dalam rangka penyikapi satu persoalan, namun membahas seputar hiburan yang dikaitkan dengan dalil hukum halal-haram.

Surat ditujukan kepada salah satu pemerintah desa. Namun redaksi dalam surat yang dikirim, mengurai dampak hiburan manfaat dan mudaratnya. Kemudian mendesak desa dan aparat kepolisian agar tidak menerbitkan izin keramaian hiburan orkes.

(nru/skt)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.