Pemalsu Surat Divonis 1Tahun 8 Bulan Penjara

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan dengan terdakwa Rudi Kurniawan Sukolo Budiman alias Rudi, memasuki babak akhir, yakni pembacaan putusan majelis hakim.

Ketua majelis hakim yang dipimpin Desbeneri Sinaga dalam amar putusannya menyatakan,”Terdakwa Rudi Kurniawan Sukolo Budiman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melanggar hukum yang diatur dalam pasal 263 ayat (2), menjatuhkan pidana selama satu tahun delapan bulan dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan.”

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan penuntut umum Santoso yang meminta majelis hakim untuk menghukum terdakwa Rudi selama 3 tahun penjara.

Atas vonis tersebut Jaksa Santoso kontan mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan majelis hakim. “Saya banding pak hakim,”ujar santoso.

Dalam requisitornya, Jaksa Santoso menyatakan, Rudi dinyatakan tidak terbukti melanggar dakwaan pertama Primair, Pasal 266 ayat (1) KUHP namun terbukti pada dakwaan kedua Subsidair yakni Pasal 266 ayat (2) KUHP.

“Berdasarkan pemerikasaan dan keterangan dari para saksi, yang diperiksa dalam perkara ini, Rudi Kurniawan Sukolo, tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama, Pasal 266 KUHP,” kata Santoso.

Lebih lanjut Santoso menyatakan, Terdakwa Rudi Kurniawan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan, melanggar hukum yang diatur dalam dakwaan ke dua yang diatur dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP.

“Menuntut pidana selama 3 tahun penjara kepada terdakwa Rudi Kurniawan Sukolo Budiman karena telah terbukti secara sah melalukan perbuatan yang diatur dalam dakwaan Pasal 263 ayat (2) KUHP,” ujar santoso.

Perkara ini berawal dari, Rudi Kurniawan Sukolo Budiman, dilaporkan Jong Andrew lantaran telah memalsukan tandatangan untuk perpanjangan kredit di Bank Multiartha Sentosa (MaS) Jakarta.

Lebih lanjut saksi korban Jong Andrew menjelaskan, dia sudah memperingatkan kepada Rudi agar tidak memperpanjang kredit tersebut. Sebab yang menjadi agunan adalah rumah tingal milik Jong Andrew.

Namun tanpa sepengetahuan Jong Andrew, Rudi tetap mengajukan perpanjangan kredit. Tak hanya itu, Rudi juga diduga memalsukan tandatangan Jong Andrew. Akibatnya Rudi berhasil mendapatkan kredit dari Bank MaS sebesar Rp 4 miliar.

Seusai persidangan Jong Adrew merasa kecewa dengan putusan majelis hakim yang mevonis Rudi lebih rendah dari tuntutan penuntut umum.

“Saya kecewa dengan putusan majelis hakim yang lebih rendah dari tuntutan jaksa. Namun saya akan mengawal proses berikutnya hingga inkrah,” tutup Jong Andrew.

(Sofyan Hadi)