Home / Berita / Nasional / Pemerintah dan DPR Bahas Revisi UU Omnibuslaw, Ini Sikap Tegas KSPi

Pemerintah dan DPR Bahas Revisi UU Omnibuslaw, Ini Sikap Tegas KSPi

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menegaskan bahwa KSPI akan menolak pembahasan revisi Undang – Undang Cipta Kerja (Omnibuslaw) yang akan dilakukan oleh Pemerintah dan DPR. Hal tersebut disampaikan Said Iqbal.

Pelaksanaan Kongres ke-5 KSPI yang diadakan di Hotel Grand Cempaka Cempaka Putih Jakarta, Selasa ( 11/01/22 ). Kongres ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Partai Buruh.

“KSPI menolak dan menentang keras pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja. Kongres KSPI akan memutuskan dengan segala daya upaya bersama serikat pekerja lainnya, untuk menolaknya,” ujar Said.

Lebih lanjut Said menjelaskan bahwa alasan penolakan terhadap Omnibuslaw mengingat segala sumber dana, SDM dan pemikiran presiden sudah terkuras habis selama pandemi apalagi biaya pemilu sangat tinggi. Oleh karena itu, pembahasan omnibuslaw yang telah dinyatakan cacat formil akan menimbulkan kegaduhan menjelang pemilu 2024 mendatang.

Sebagai narasumber dalam Seminar ini adalah:

  1. Ilhamsyah – Masa Depan Partai Buruh Baru
  2. Agus Ruli Ardiansyah – Kenapa Petani Masuk Partai Buruh
  3. Agus Supriyadi – Partai buruh Masa Lalu dan Saat Ini
  4. Faisal Basri – Welfare State dalam pandangan Ekonom
  5. Zainal Arifin – Omnibuslaw penghambat dalam mewujudkan Negara Sejahtera
  6. Said Salahudin – Partai Buruh sebagai alat dalam mewujudkan Negara Sejahtera dan “syarat menjadi Partai Politik
  7. Partai Buruh Jerman (PSD) dan Partai Buruh Brasil – Gerakan Buruh dan Gagasan Welfare State – PB Jerman (PSD)

“KSPI berpesan kepada pemerintah dan DPR untuk mendrop UU tersebut karena akan menimbulkan kegaduan luar biasa menjelang pemilu 2024 mendatang,” tegasnya.

Ia menambahkan, KSPI dan partai Buruh akan melakukan instruksi aksi besar-besaran untuk menolak omnibuslaw di seluruh Indonesia jika pembahasan dilanjutkan. Ditegaskan Said Iqbal, Kongres KSPI akan menginstruksikan agar seluruh anggota KSPI melakukan aksi pada 14 Januari 2022 di DPR sebagai titik aksi dengan diikuti 50 ribu buruh dan gerakan elemen lainnya baik dari unsur petani, nelayan dan lainnya.

“Aksi ini akan dilakukan di 34 provinsi karena partai buruh juga akan melakukan instruksi aksi. Jika tetap dibahas, bisa dipastikan bahwa pembahasan akan dikawal dengan aksi. Bilamana 9 partai politik tetap membahas maka partai Buruh akan mengkampanyekan jangan pilih partai yang pro omnibuslaw,”

Kongres KSPI yang ke 5 akan memutus kan siapa calon Presiden yang dipilih oleh Partai Buruh akan didukung sepenuhnya oleh KSPI.

Kami harapkan akan muncul calon Presiden yang muda yang enerjik di Pemilu 2024.
Tidak ada mahar apapun bagi Partai Buruh dan itu adalah haram bagi Partai Buruh.

KSPI dalam Kongres ini akan mendesain Partai Buruh menjadi Partai yang kelak berkuasa, bisa 10 tahun mungkin 15 tahun lagi akan berkuasa sebagai Partai kelas pekerja untuk penyeimbang di pemerintahan pungkas Said Iqbal.

( Shanty )

Check Also

Mahasiswa Keio University Jepang Antusias Simak Kuliah Umum Dubes Heri Dan Belajar Tari Ondel-Ondel Serta Tari Piring

Jepang, sketsindonews – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri …

Watch Dragon ball super