Home / Berita / Metropolitan / Pemerintah Jalin Kerja Sama Pelatihan dengan Perusahaan Rokok di Pamekasan

Pemerintah Jalin Kerja Sama Pelatihan dengan Perusahaan Rokok di Pamekasan

Pamekasan, sketsindonews – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjalin kerja sama dengan perusahaan rokok untuk menggelar pelatihan linting rokok. Kerja sama tersebut tertuang dalam surat Memory of Undasthing (MoU) dengan PR Ayunda di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu.

Pelatihan digelar selama 10 hari, mulai Tanggal 13 September 2021, para peserta mendapat fasilitas berupa kaos, konsumsi, tas, uang transport sesuai dengan ketentuan.

Kepala DPMTSP Naker Pamekasan Supriyanto, didampingi Direktur PR Ayunda Bambang Budianto, mengatakan, anggaran kegiatan pelatihan keterampilan melinting rokok bersumber dari DBHCHT. Tujuannya untuk mengurangi angka pengangguran di Bumi Gerbang Salam.

Menurutnya, sejak pandemi Covid 19, angka pengangguran sedikit meningkat. Sebab tidak sedikit di antara perusahaan mengalami bangkrut ekonomi. Sementara pengangguran dipicu akibat belum mendapatkan lapangan kerja.

“Alhamdulillah, program peningkatan ekonomi dan pengentasan pengaguran mendapat dukungan dana DBHCHT. Kami pemerintah bersepakat dengan PR Ayunda, siap mempekerjaan para peseta di perusahaannya,” kata Supriyadi.

Ia menjelaskan, meski peserta pelatihan sudah dijamin dipekerjakan, pihaknya meminta agar peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu untuk sungguh-sungguh mengikuti pelatihan, sehingga keterampilan yang didapat bisa menghasilkan produk rokok yang bagus.

“Tolong jaga hubungan baik dengan perusahaan ini. Kalau Peserta pelatihan, nanti bekerja bagus maka akan jadi percontohan,” pesannya.

Sementara Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Pamekasan, Sri Puji Astutik mengtakan, pelatihan pelinting rokok menjadi program pemerintah dari anggaran BHCHT yaitu dibidang kesejahteraan masyarakat meningkat keterampilan buruh dan produksi rokok.

“Dana BHCHT untuk pendidkan dan pelatihan, agar bisa membantu perusahaan rokok dalam rangka meningkatkan produksi tembakau dan mengatasi kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang terampil dalam pelitingan rokok,” jelasnya.

Ia berharap, perserta pelatihan ini mengikuti sesakma selama 10 hari agar mendapat ilmu dan keterampilan bagaimana melinting dengan baik. Sebab dengan karya berkualitas, selain mendapatkan pendapatan, juga menundukung tiingkat produksi rokok dan kemajuan perusahaan. (nru/nky)

Check Also

Mencetak Pengusaha Muda Berbakat, Dermawan dan Potensial

Jakarta, sketsindonews – Pandemi Covid 19 yang masih belum tahu kapan berakhirnya, Aplikasi ” Baqoel” …

Watch Dragon ball super