Home / Artikel / Pemerintah Luncurkan KITE & IKM Bagi Industri Kecil Menengah

Pemerintah Luncurkan KITE & IKM Bagi Industri Kecil Menengah

Boyolali, sketsindonews – Pemerintah secara resmi hari ini meluncurkan satu lagi fasilitas berupa kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Hal ini sejalan dengan Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Jilid I yang mengamanatkan untuk melakukan deregulasi peraturan yang mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang didalamnya termasuk Industri Kecil Menengah (IKM).

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa sesuai dengan Paket Kebijakan tersebut, pemerintah diminta untuk mengembangkan UMKM dengan memberikan fasilitas fiskal, memberikan kemudahan skema dan persyaratan fasilitas kepabeanan, dan membuat saluran impor dan ekspor. (30-01-2017)

Mengingat kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan kemampuan sektor usaha ini dalam menyerap tenaga kerja mencapai 97%, Kementerian Keuangan c.q. Bea Cukai meluncurkan fasilitas KlTE IKM yang dapat mendukung industri dalam negeri skala ‘ kecil dan menengah untuk meningkatkan ekspor.

Lebih lanjut Sri Mulyani menambatkan bahwa fasilitas ini menyasar pada industri kecil, dan menengah yang berdiri secara mandiri ataupun yang membentuk konsorsium berupa badan usaha, IKM koordinator, atau koperasi. Sementara itu, barang-barang yang dapat diberikan fasilitas KITE IKM merupakan bahan baku atau bahan penolong termasuk mesin, atau barang contoh yang digunakan dalam menunjang proses produksi yang nantinya akan di ekspor kembali.

Peluncuran fasilitas KlTE IKM secara seremonial ini diadakan di Desa Tumang, Boyolali Jawa Tengah yang hari ini di resmikan Presiden Joko Widodo.

DesaTumang dipilih karena proses bisnis yang ada di sana mewakili tujuan dari fasilitas KlTE IKM. Di sana banyak pengrajin tembaga yang produksinya diekspor sampai ke Eropa, namun bahan bakunya selama ini diperoleh melalui distributor.

Dengan fasilitas KlTE IKM, rantai pasok iri dan dipotong, dan bea masuk dan PPN impornya juga dibebaskan. Harga produk Tumang nantinya akan lebih kompetitif karena ongkos bahan baku bisa dihemat.

Pada tahap awal peluncuan fasilitas KlTE IKM, telah ada 22 IKM yang menerima fasilitas ini. Diharapkan ke depannya akan semakin banyak IKM yang tertarik untuk mendapatkan fasilitas KlTE IKM. Sebelum peluncuran fasilitas KlTE IKM, Kementerian Keuangan c.q. Bea Cukai telah memberikan fasilitas kepada dunia logistik berupa Pusat Logistik Berikat (PLB). Salah satu tujuannya adalah untuk mendukung ketersediaan bahan baku bagi IKM.

PLB dapat memasukkan barang-barang impor yang diperlukan untuk kebutuhan produksi IKM dengan mendapatkan penangguhan pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Selanjutnya dalam hal IKM memerlukan barang impor dari PLB yang digunakan untuk produksi barang tujuan ekspor, maka IKM dapat membeli barang dari PLB dengan mendapatkan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Tak hanya dapat menikmati faselitas fiskal dan kemudahan prosedur, IKM yang nantinya mendapatkan fasilitas KlTE IKM dapat juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan modal usaha maupun pembiayaan ekspor dengan suku bunga yang sangat ringan yang diberikan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Tak hanya itu, dengan adanya fasilitas KlTE IKM, diharapkan adanya penurunan biaya produksi sebesar 20% hingga 25%. Sebaga’ contoh, est’masi efisiensi dari fasilitas KlTE IKM bagi IKM di wilayah Tumang bisa mencapai Rp 5,51M pertahun, PT. Sari Rambut di Bali bisa mencapai Rp 500 juta pertahun, PT. Out of Asia di Bantul bisa mencapai Rp 180 juta per tahun. Dengan begitu, biaya yang tadinya dialokasikan untuk membayar pajak dapat dialihkan untuk menambah jumlah produksi, meningtatkan kualitas produksi, dan menurunkan harga barang sehingga produk-produk IKM agar dapat semakin bersaing di pasar internasional.

Untuk semakin menggiatkan ekspor para pelaku IKM, Kementerian Keuangan juga menggandeng beberapa Kementerian dan Lembaga lain untuk bekerja sama dalam pemberian fasilitas KlTE IKM. Di antaranya Kementenan Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menegah, serta Kementerian Perindustrian. (Nr)

Check Also

Fokus Bangun Ekonomi Kerakyatan, Milasari Siap Tingkatkan Jumlah Lapangan Pekerjaan

Jateng, sketsindonews – Caleg DPR RI No. Urut 1 Dapil 6 Jateng dari Partai Berkarya …

Watch Dragon ball super