Peminta Suaka Tinggal di Trotoar Kebon Sirih, Pemko Jakarta Pusat Sterilkan Kawasan

Jakarta, sketsindonews –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara tegas akan melakukan evakuasi terhadap keberadaaan warga asing pencari suaka selama ini menempati tinggal di bandar trotoar jalan Kebon Sirih sekitar Gedung Menara Ravindo, Jakarta Pusat yang selama ini terlihat menganggu fasilitas umum di jalan strategis.

Pengungsi yang berasal dari negara-negara konflik seperti Somalia, Sudan, Yaman dan Afganistan tersebut menuntut United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) untuk menyediakan tempat tinggal dan suplai makanan bagi mereka selama di Indonesia.

Sekda Saefullah meminta Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Megantara untuk mengerahkan anak buahnya menjaga trotoar di kawasan ini agar tetap steril.

Secara cepat Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara tadi malam langsung meninjau lokasi setelah menerima arahan Sekda Provinsi DKI Jakarta H.Saefullah bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Imam Marsudi untuk segera pihak pemko melakukan penertiban evakuasi para peminta suaka.

Sebelumnya pemprov DKI telah menawarkan mereka direalokasi di Jakarta Islamic Centre Koja Jakarta Utara, namun mereka menolak.

Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara harus bisa menjaga lokasi ini. Agar saat sudah dipindah jangan sampai ada lagi mereka berada di trotoar jalan,  kata Saefullah di DPRD, Jakarta Pusat, (11/7)

Saefullah juga meminta Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi untuk bisa mengerahkan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat demi menjamin semua kebutuhaan para pengungsi luar negeri yang saat ini dipindahkan ke lahan Eks Kodim Jakarta Barat di Kalideres itu serta memperhatikan semua kebutuhan para pencari suaka itu selama sepekan.

“Selebihnya kita berharap United Nations High Commissioner for Refugeest (UNHCR) meneruskan hal itu sampai persoalan itu tuntas,” tuturnya.

Dipertegas mengenai besaran dana yang digontorkan untuk kebutuhan para pencari suaka ini selama seminggu, Saefullah tak menjelaskannya secara rinci. Dia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana itu di dalam APBD DKI 2019.

“Jadi enggak repot-repot lagi, ada kebakaran, kebanjiran, musibah lain, darurat seperti ini itu bisa dipakai,” larena memang sudah tersedia, ucap Saefullah.

nanorame