Back

Media Terpercaya

Pemprov DKI Terus Pantau Masjid Gelar Tarawih dan Sholat Jum’at di Tengah Pandemi

Jakarta, sketsindonews – Masih saja ada sejumlah Masjid yang masih lakukan pelaksanakan shalat Tarawih di Jakarta, dimana antisipasi wabah covid – 19 dengan Peraturan Gubernur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta di perpanjang mengingat masih meningkatnya pasien positif Covid – 19.

Peran pemerintah Lurah Camat hingga kini terus menghimbau bagi pengurus Masjid untuk terus melakukan pembatasan tata cara ibadah agar dilakukan dirumah dengan tidak mengurangi makna ibadah di bulan ramadhan.

Kementerian Agama sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran Nomor 6 Tahun 2020 yang meminta kepada umat muslim untuk melaksanakan salat Tarawih bersama keluarga inti di rumah masing-masing selama bulan Ramadan.

Sementara Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta, Hendra Hidayat, menyebutkan tercatat masih ada sekitar 40 masjid yang menggelar Salat Tarawih berjamaah di tengah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jakarta.

“Kemarin itu saat hari Jumat masih ada beberapa masjid yang melaksanakan Salat Jumat. Kalau yang untuk tarawih artinya sedikit lah. Dari 3.200, mungkin sekitar 40 (masjid) yang masih melaksanakan Salat Tarawih,” kata Hendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/4/20).

Padahal dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan ibadah hanya bisa dilaksanakan di rumah.

Tak hanya itu, terdapat pula fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengatakan Salat Tarawih digelar di rumah selama pandemi Corona.

Hendra menyatakan akan terus berkoordinasi dengan MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mengatur agar pengurus masjid dan warga bisa patuh terhadap peraturan ini.

“Kami tidak henti-hentinya berkoordinasi dengan MUI dan DMI untuk terus mengingatkan Dewan Kemakmuran Masjid untuk tetap menaati aturan PSBB ini. Sekali lagi, aturan ini dibuat untuk kebaikan, kesehatan dan keselamatan bersama,” kata dia

Menurut Pasal 13 Pergub No.33 Tahun 2020, kegiatan keagamaan dilakukan di rumah dan dihadiri keluarga terbatas. Selain itu dilakukan dengan tetap menjaga jarak fisik dengan orang lain. Kegiatan keagamaan yang dilakukan di tempat ibadah tidak bisa dilakukan selama masa PSBB Jakarta.

Kegiatan di rumah yang dihadiri banyak orang juga dilarang. Hal ini sangat beresiko tinggi jika terus dilakukan sehingga memutus mata rantai wabah corona harus juga diimbangi kesadaran umat muslim dalam membantu penuntasan pandemic, tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.