Home / Artikel / Penahanan Ahok Perlu Ditunda Sebelum Inkracht

Penahanan Ahok Perlu Ditunda Sebelum Inkracht

Jakarta, sketsindonews – Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara terhadap kasus Basuki Tjahyadi Purnama alias Ahok telah menjatuhkan vonis dua tahun penjara dalam putusan Hakim. Hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk langsung mengeksekusi Ahok ke Rutan Cipinang.

Meski demikian, Pengamat Hukum Abdul Fickar Hajar berpendapat lain. Menurut dia, penahanan Ahok mesti ditunda hingga putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Apalagi, Ahok mengambil upaya hukum banding atas putusan hakim.

“Karena dia (Ahok) banding, maka keputusannya mentah lagi dan tidak ditahan. Sampai mempunyai keputusan yang tetap (inkracht),” kata Abdul Fickar saat dihubungi, jawa pos, Selasa (10/5)

Fickar menilai dalam perkara in hakim telah menunaikan kewajibannya dengan baik, melaksanakan kemandiriannya sesuai dengan koridor hukum dan keadilan dalam menjatuhkan vonis terkait dugaan penistaan agama.

Dia berharap vonis tersebut akan bermanfaat bagi perkembangan dunia dan penegakan hukum di Tanah Air.

“Perkembangan koridor-koridor kebebasan mengemukakan pendapat dan saling menghormati dalam kehidupan sosial.

Kebhinekaan juga memberi ruang bagi penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang justru menimbulkan keresahan dan mengganggu kerukunan hidup dalam segala aspeknya,” paparnya.

Abdul Fickar menambahkan, kata kunci dari putusan hakim adalah penggunaan terminologi agama yaitu menimbulkan keresahan dalam masyarakat penganut agama Islam apa yang sudah diucapkan Ahok di Kepulauan Seribu.

reporter : nanorame

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super