Pengadilan Negeri Jakpus Vonis Bebas Koruptor Dana Pensiun PT Pupuk Kalltim

Jakarta, sketsindonews- Kejaksaan Agung gagal membuktikan adanya dugaan korupsi dana pensiun PT Pupuk Kaltim sebesar Rp 175 miliar yang dialamatkan kepada terdakwa Danny Boestami selaku Komisaris PT Strategic Management Service (PT SMS).

Danny pun divonis bebas oleh majelis hakim pimpinan Rustiyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, belum lama ini.

“Menyatakan bahwa terdakwa Danny Boestami  tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana didakwakan oleh penuntut umum pada dakwaan primair maupun subsidair,” ujar Rustiyono dalam putusannya belum lama ini.

Selain membebaskan Danny,  majelis hakim juga menyatakan agar jaksa memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. 

“Memerintahkan agar terdakwa Danny Boestami dibebaskan dari tahanan” kata Hakim Rustiyono.

Padahal Jaksa penuntut umum (JPU) Nanang Prihanto dalam surat tuntutannya agar Danny dijatuhkan pidana selama 6 tahun penjara, subsidair 5 bulan kurungan.

Untuk diketahui Danny adalah tertuduh kasus korupsi dana pensiun PT Pupuk Kaltim yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 175 milliar.

Selain Danny, masih ada enam orang lagi yang menjadi terdakwa dalam kasus serupa. Mereka adalah: Ezrina Azis (Dirut Dapen PKT), Zubaedi (Direktur Investasi Dapen PKT), Djafar Lingkaran (Dirut PT API/Komisaris PT DAJK), Andreas Chayadi K (Komisaris PT API/Komisaris PT DAJK), Ida Bagus Surya Buwana (Direktur PT BIR) dan Arif Budi Satria Dirut PT SMS.

Kasus ini bermula PT PKT yang memiliki dana pensiun dalam pengeloaannya membeli saham repo dari dua perusahaan dan kemudian satu perusahaan membeli 30 Kondominium.  Padahal sesuai peraturan Kemeterian Keuangan 199/PMK.01.10/2008 tentang dana investasi dana pensiun dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan 3/POJK/2015 tentang dana investasi pembelian saham repo tidak dibenarkan.  

Sofyan Hadi















Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.